REUTERS/Kimberly White/rj
NEW YORK--MICOM: Harga saham Yahoo melonjak setelah muncul laporan bahwa kelompok bisnis China, Alibaba, tengah bersiap mengambil alih penawaran terhadap perusahaan mesin pencari internet itu bersama kelompok usaha Blackstone dan Bain Capital.
Saham Yahoo pada perdagangan Kamis di bursa teknologi Nasdaq menguat 3,3%, bahkan sempat menyentuh level 4,8%.
Sejumlah laporan yang belum dikonfirmasi menyebut konsorsium Alibaba kemungkinan akan membayar hingga US$20 (sekitar Rp182 ribu) per lembar saham, jauh diatas harga penutupan Nasdaq hari Kamis yang baru mencapai US$16,23 (sekitar Rp150 ribu) sehingga menjadikan harga Yahoo US$25 miliar (sekitar Rp227 triliun).
Alibaba, salah satu perusahaan internet terbesar di Cina, mengatakan masih menimbang pilihannya.
"Alibaba Group belum memutuskan akan ikut menawar Yahoo," kata John Spelich, juru bicara Alibaba Group.
Alibaba sudah sejak lama dikaitkan dengan Yahoo, namun beberapa tahun terakhir hubungan dua pihak memburuk.
Keduanya menyatu setelah Yahoo membeli 43% saham Alibaba tahun 2005 senilai US$1 miliar (sekitar Rp9 triliun) .
Namun kedua perusahaan ternyata kemudian justru berselisih paham sehingga Alibaba berupaya membeli kembali saham yang telah dijualnya pada Yahoo.
Hubungan dua perusahaan mencapai titik terburuknya tahun ini ketika Alibaba melakukan spin off (memisahkan anak usaha menjadi unit usaha tersendiri) terhadap unit usaha pembayaran online-nya, Alipay, sehingga tak bisa dijangkau Yahoo.
Yahoo menuding perusahaan Cina itu mencoba menyembunyikan fakta itu dari pihaknya, karena keputusan spin off sudah dibuat sejak Agustus 2010 namun Yahoo baru tahu bulan Maret lalu.
Pengamat mengatakan ketertarikan Alibaba terhadap Yahoo antara lain didasari oleh keinginannya untuk mendapatkan kembali kendali penuh atas perusahaannya .
"Alibaba jelas sekali berminat mendapat sahamnya kembali dari Yahoo, jadi apa pun yang bisa dilakukan (untuk itu) pasti akan dilakukan," kata Dick Wei, analis dari JP Morgan di Hong Kong. (BBC/OL3)