Front Umat Islam Tuntut Pembubaran Ahmadiyah
Jumat, 13 Januari 2012 21:12 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

YOGYAKARTA--MICOM: Front Umat Islam yang terdiri dari berbagai organisasi massa mengerahkan ratusan orang dan menggelar aksi di komplek SMK Piri I Yogyakarta, Jumat (13/1), untuk menuntut pembubaran Ahmadiyah yang sedang melakukan pengajian di komplek tersebut.

Massa datang dengan mengendarai sepeda motor sekitar pukul 15.00 WIB dan berkumpul di depan Stadion Mandala Krida, namun sebelum menggelar aksi, mereka melakukan sholat ashar berjamaah.

Puluhan aparat kepolisian yang didominasi polisi wanita telah menutup Jalan Andong dengan berdiri berjajar untuk menghalangi agar massa tidak mendekati lokasi tempat penyelenggaraan pengajian.

Namun, ratusan massa bersepeda motor dan berjalan kaki tersebut berhasil merangsek dan membobol barikade polisi wanita untuk mendekati komplek penyelenggaraan pengajian sambil terus menerus menyerukan takbir.

Di simpang tiga Jalan Andong, massa kemudian melakukan orasi secara bergantian dengan tuntutan utama untuk membubarkan Ahmadiyah.

Di sisi barat, puluhan polisi anti huru hara juga telah memblokade jalan agar massa yang melakukan aksi tidak masuk ke komplek sekolah. "Pemerintah pusat telah menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah adalah sesat dan dilarang untuk melakukan aktivitas apapun. Sehingga, kami menuntut pembubaran organisasi ini," katanya salah satu orator dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Chaidar. Ia mengatakan, tidak akan membedakan Ahmadiyah Lahore atau Ahmadiyah yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi.

Juru Bicara Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) Mulyono mengatakan, kegiatan di komplek sekolah PIRI tersebut adalah pengajian rutin tahunan yang diikuti anggota dari DIY dan Jawa Tengah. "Ada sekitar 585 anggota GAI dari DIY dan beberapa kota lain di Jawa Tengah yang mengikuti kegiatan ini yang diikuti guru, karyawan sekolah milik GAI dan anggota GAI sendiri," katanya. Rencananya, kegiatan tersebut dilakukan selama dua hari yaitu pada Jumat hingga Sabtu (14/1).

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, telah berbicara dengan panitia pengajian dan menyampaikan bahwa kondisi Yogyakarta saat ini kurang kondusif untuk menyelenggarakan dan meneruskan pengajian.

"Hal ini bisa dipahami, oleh peserta pengajian dan panitia. Mereka sepakat untuk menghentikan pengajian pada sore hari ini juga," katanya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk segera dapat kembali ke rumah masing-masing karena kegiatan di SMK PIRI sudah selesai. "Marilah bersama-sama kita jaga Kota Yogyakarta agar tetap kondusif, aman, tenteram, damai untuk seluruh warga masyarakat," katanya.

Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Kombes (Pol) Mustakim menegaskan, bahwa pihaknya menjamin kegiatan di kompleks sekolah tersebut sudah akan selesai pada malam hari. Setelah mendapat jaminan dari Muspida Kota Yogyakarta, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Ant/OL-2)

Share |

Advertisement
Advertisement