Dok MI/Himanda Amrullah/rj
JAKARTA--MICOM: PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mendatangkan kereta api (KA) ekonomi baru pengganti yang lama. Tarif tiket akan mengalami penyesuaian .
Menurut Kepala Daerah Operasi (Ka Daop) I PT KAI, Purnomo Radiqy, KA Ekonomi yang diproduksi baru-baru ini semuanya telah dilengkapi dengan AC.
"Semua KA Ekonomi baru tidak ada lagi tanpa AC," kata Purnomo, di Jakarta, akhir pekan lalu.
"Kereta bekas memang harganya hanya sepuluh persen dari kereta baru. Namun usia operasional kereta bekas berkisar antara 15 hingga 20 tahun. Sedangkan, kereta baru mampu bertahan sampai 30 taun," kata Purnomo.
Namun, jika PT KAI mendatangkan kereta baru, lanjutnya, konsekuensinya tarif tiket harus dinaikkan empat kali lipat. Menurut Purnomo, pada April nanti, PT KAI mulai menarik satu KA Ekonomi. Pada 2013, operasional KA Ekonomi dihapuskan seluruhnya.
"Yang sangat jelek kami ambil, kami ganti dengan yang AC,” ujar Purnomo.
Penaikan harga tiket pun, kata Purnomo, diusahakan tidak lebih dari Rp6.500. Ini artinya harga tiket untuk
commuter line AC yang tadinya Rp7.000 bakal turun.
Purnomo yakin kebijakan penurunan harga tiket KA hanya bisa dijumpai di Indonesia. Menurutnya, tidak ada negara lain yang menerapkan kebijakan serupa. Jika nantinya jumlah kereta
commuter line semakin banyak, KA Ekonomi akan segera menjadi besi tua.
"Ya nanti setelah semua KA Ekonomi ditarik, kami akan menjualnya sebagai besi tua ke Cilegon," ujar Purnomo.
Penjualan KA Ekonomi itu, menurut Purnomo, bertujuan untuk menyediakan lahan parkir bagi kereta-kereta baru yang akan didatangkan. Hingga saat ini ada 12 hingga 13 KA Ekonomi yang beroperasi.
"KA itu usianya lebih dari 40 tahun," kata Purnomo. (Ssr/OL-10)