08.22 WIB, Amman, Yordania
Suriah Rebut Basis Pemberontak
Selasa, 31 Januari 2012 00:01 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

Suriah Rebut Basis Pemberontak
PASUKAN pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, Minggu (29/1) malam, merebut wilayah-wilayah di pinggiran timur Kota Damaskus yang sebelumnya dikuasai pemberontak. Kubu oposisi mengatakan kota yang berjarak hanya beberapa kilometer dari pusat kekuasaan itu direbut setelah pertempuran sengit selama dua hari.

Serangan pasukan dan tank rezim Al-Assad dilaporkan dimulai Sabtu (28/1). Mereka membombardir kota-kota yang menjadi basis Tentara Pembebasan Suriah, termasuk Kfar Batna, Saqba, Jisreen, dan Arbeen.

Para aktivis mengatakan lebih dari 2.000 tentara dan 50 tank dikerahkan dalam operasi pada Minggu. Serangan besar-besaran itu menyebabkan Tentara Pembebasan Suriah mundur.

Setidaknya 26 orang dilaporkan tewas pekan ini dalam pertempuran sengit di sekitar Ibu Kota. Adapun di seluruh Suriah, aktivis oposisi mengungkapkan sekitar 60 orang tewas pada Minggu itu.

Di sisi lain, lebih dari 50 permakaman militer diadakan selama akhir pekan. Lokasi tersebut ditujukan bagi aparat keamanan Suriah yang tewas saat serangan bersenjata itu.

"Tentara Pembebasan Suriah telah menarik pasukan. Pasukan rezim sudah kembali menduduki pinggiran kota dan mulai menangkapi orang-orang dari rumah ke rumah," kata aktivis oposisi, Kamal, melalui sambungan telepon dari daerah al-Ghouta, di pinggir timur Ibu Kota.

Juru bicara pasukan pembelot Tentara Pembebasan Suriah Maher al-Naimi mengonfirmasi kabar tersebut. "Tank telah pergi, tetapi mereka tidak tahu posisi Tentara Pembebasan Suriah. Kami masih beroperasi dekat Damaskus," ujarnya kepada Reuters, melalui telepon dari Turki.

Pertumpahan darah yang terus meningkat mendorong Liga Arab untuk menangguhkan misi tim pemantau mereka sejak Sabtu (28/1). Ketua Liga Arab Nabil Elaraby juga telah berangkat ke New York, Amerika Serikat, untuk mencari dukungan atas rencana perdamaian Liga Arab di Dewan Keamanan PBB. Dia akan didampingi Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani, yang merupakan kepala komite pengawas Suriah Liga Arab. Elaraby mengatakan dia berharap bisa mengatasi penolakan China dan Rusia terhadap usulan perdamaian Liga Arab itu. (Reuters/BBC/*/I-2)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 00:00 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Senin, 21 Mei 2012 00:00 WIB


   Index Berita