Wa Ode: Sistem di DPR Sangat Buruk
Penulis : Yose Hendra
Senin, 02 Januari 2012 06:52 WIB     
Komentar: 6
0 Like Dislike 0

PADANG--MICOM: Tersangka korupsi di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Wa Ode Nurhayati, menegaskan sistem yang berjalan di DPR sangat buruk.

Saat berada di Padang, Minggu (1/1), dia mengatakan, kasus yang menimpanya sungguh sangat ironis karena ketika dia bersuara di Banggar, malah tersangka yang ditetapkan untuknya.

Sebelumnya, politisi PAN ini ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus anggaran dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011. Dia dituduh menerima hadiah dan janji dari seseorang yang berkaitan dengan anggaran PPID tahun 2011.

Wa Ode menerangkan, sistem yang buruk di DPR dari tahun ke tahun melahirkan korban. Korban dari kasus cek pelawat, korban dari nyanyian Nazarudin, dan lainnya.

Menurutnya, sistem buruk yang terbangun di DPR antara lain, sistem penganggaran tidak akuntabel, bahkan cenderung fiktif dan tidak terencana atau datang mendadak dengan membuatnya seolah-olah memenuhi kebutuhan sesaat.

"Ada postur-postur baru yang tiba-tiba muncul di luar postur undang-undang tentang APBN kita. UU APBN kita yang namanya transfer daerah ada," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, di Banggar DPR tiba-tiba ada tugas perbantuan bagi daerah tertentu, seperti pendidikan dan untuk infrastruktur.

Menurut Wa Ode, hal tersebut merupakan postur-postur yang legitimasinya diperkuat administrasi yang relevan, tapi yang terjadi kadang-kadang daerah tidak menyurati secara prosedural.

"Tidak terdaftar administrasi tetapi dapat alokasi. Semuanya DPR lah yang menentukan. Padahal DPR dalam fungsi anggaran menentukan alokasi DPR hanya berwenang pada fungsi budgeting dan kontrol, bukan fungsi menentukan," ungkapnya.

Saat ini, ujar Wa Ode, DPR sering berperan sebagai penentu, sedangkan pemerintah mengawasi. "Hal ini sungguh terbalik," tambahnya.

Mafia anggaran secara khusus, jelasnya, ini stigma publik terhadap praktek ketimpangan, yang memang sudah ada fakta- faktanya. "Kalau dibilang tidak ada, nyatanya ada anggota DPR ditangkap KPK. Bilang tidak ada, nyatanya ada nyanyian Nazaruddin."

"Saya kemarin lebih menyoroti sistem di DPR, tidak prosedural dan berpotensi melahirkan mafia-mafia seperti stigma publik selama ini. Bicara mafia kita bicara personal dan lingkaran melegitimasi," tandas politikus asal Sulawesi Tenggara ini.

Dia menilai jika hanya memperbaiki personal, namun sistem tidak diperbaiki, sama saja membersihkan kotoran dengan sapu kotor.

Terkait ditetapkan sebagai tersangka, Wa Ode menyerahkan ke publik untuk menilai. "Kalau dibilang konspirasi, nanti saya dikatakan narsis," katanya.

Akan tetapi Wa Ode menilai ada yang salah dalam penetapannya. "Kita dituduh menerima uang suap Rp6 miliar, makanya dijadikan tersangka, tapi kenapa yang ngasih hadiah belum ditindak," imbuhnya.

"Saya dijadikan tersangka di kasus gratifikasi, tidak sebagai saksi. Ini yang penting diluruskan ke publik. Saya dikatakan tersangka saja itu sudah beban yang luar biasa," tukas Wa Ode. (YH/OL-3)

Share |

KOMENTAR





mafia dan koruptor penghuni terbanyak di DPR
coba usik korupsi para anggota DPR yang terhormat itu. maka sebersih apapun anda bakal jadi pesakitan dengan segala macam rekayasa. soal manipulasi mereka ahlinya kok. bercerminlah pada Waode Nurhayati. teman sendiri pun dilibas. wahai rakyat Indonesia , jangan pilih mereka lagi!!!!
dikomentari oleh: ade - tanggal: 20-01-2012 09:06:29 WIB
sistem yang buruk
peluang terjadinya korupsi karena adanya sistem yang buruk, apabila sistem tersebut tidak dibenahi makan korupsi untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya maka korupsi tidak akan hilang
dikomentari oleh: dede - tanggal: 02-01-2012 15:47:25 WIB
PERIKSA BANGGAR
Laporan Valid BPK terjadi manipulasi sebesar 300 Triliun di DPR, Wooow fantastis. Rakyat ingin KPK audit forensik Banggar DPR, PASTI KORUPSI, karena disana kumpulan MAFIA, lihat sj pd saat si Mekeng (Ketua Banggar) di KPK, puluhan bahkan ratusan Mafia-2/preman menjaganya. Jd kalo Negeri ini mau bersih Periksa DPR yg anggotanya mayoritas dr Demokrat, Golkar, PDI, PAN, PKS, PKB, PPP dari sana baru Pemerintah secara keseluruhan. Jika tidak, maka keadilan hanya dirasakan oleh Ledik-nya masyarakat.
dikomentari oleh: RAKYAT RI - tanggal: 02-01-2012 13:21:11 WIB
dicatat sebagai hero
kalau bu wa ode berani membuka system dan borok dpr, maka ibu wa ode akan dicatat sebagai pahlawan.jika ibu ode bungkam, maka ibu dikirim ke neraka.
dikomentari oleh: ode gayus - tanggal: 02-01-2012 13:11:21 WIB
BURUK MUKA ?
Wa Ode Nurhayati, menegaskan sistem yang berjalan di DPR sangat buruk antara lain, sistem penganggaran tidak akuntabel, bahkan cenderung fiktif dan tidak terencana atau datang mendadak dengan membuatnya seolah-olah memenuhi kebutuhan sesaat. Begitu yaaaa...? jadi karena buruknya itulah maka banyak anggota DPR yang korupsi, menerima uang suap, gratifikasi dan sebagainya....? Kasihan dech Indonesia Raya.
dikomentari oleh: sigitds - tanggal: 02-01-2012 09:40:07 WIB
waktu yg akan menilai.
Wa Ode Nurhayati sbg Tersangka korupsi di Badan Anggaran (Banggar) DPR, -ok krn bukti ada,tetapi pernyataannya DPR tidak prosedural dan berpotensi melahirkan mafia-mafia hrs ditindak lanjuti KPK,krn sistem penganggarannya tidak akuntabel, bahkan cenderung fiktif dan tidak terencana,kita tunggu si pembual besar bambang wijayanto dan abraham samad ,apakah mrk sbg kacung parpol ,atau penjaga uang negara..waktu yg akan menilai.
dikomentari oleh: ramses - tanggal: 02-01-2012 09:16:36 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Kamis, 23 Februari 2012 11:53 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 11:36 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 11:28 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 11:07 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 08:54 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 07:40 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 03:21 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 03:00 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 01:06 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 01:05 WIB
Kamis, 23 Februari 2012 00:40 WIB
Rabu, 22 Februari 2012 23:40 WIB


   Index Berita

Porno izle

porno izleme siteleri: porno video, pornolar, rus pornosu izle, anal teen videos