REUTERS/Sergei Rasulov/sa
MOSKOW--MICOM: Penyerang internasional Kamerun Samuel Eto'o mengatakan bahwa dirinya ingin bermain di klub Liga Utama Rusia, Anzhi Makhachkala, sampai dirinya mengakhiri karier sebagai pesepakbola.
"Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Anzhi sejak saya datang ke sini. Tak pernah untuk sedetik pun," kata Eto'o yang pernah empat kali menjadi pemain terbaik Afrika, seperti dikutip oleh klubnya pada Jumat (13/1).
"Lebih dari itu, saya berniat untuk bermain dengan Anzhi sampai akhir karierku."
Meskipun kedatangannya telah menarik begitu banyak perhatian pada Agustus tahun lalu, Eto'o kerap disebut-sebut akan dipinjamkan atau bahkan dijual oleh Anzhi - yang bermarkas di Dagestan, salah satu daerah paling miskin dan penuh kekerasan di Rusia.
"Saya gembira bermain di Anzhi, dan saya siap untuk memenangi sesuatu yang serius dengan klub saya. Mungkin di Liga Champions, jika kami memiliki cukup keberuntungan. Dan saya harap saya akan mampu untuk bermain lima atau enam tahun lagi di sini sebelum gantung sepatu."
Eto'o, yang bergabung dengan Anzhi dengan iming-iming gaji sangat besar, menambahkan kalau dirinya sama sekali tidak mendapat pelecehan rasial di Rusia.
"Masalah rasisme telah membuat banyak orang waspada, tetapi saya tidak memiliki keluhan apa pun tentang hal itu," kata Eto'o, yang memenangi Liga Champions bersama Barcelona dan Inter Milan.
"Saya tahu kalau Roberto Carlos memiliki beberapa masalah sebelum saya datang di Makhachkala, namun masalah ini tidak mempengaruhi saya sama sekali."
Meskipun kedatangan bek veteran Brazil, Roberto Carlos, bintang Rusia, Yuri Zhirkov, dan Eto'o, Anzhi belum memperlihatkan prestasi bagus pada fase pertama musim. Mereka hanya menduduki peringkat ketujuh di klasemen, dan tertinggal dari Zenit St Petersburg, dan beberapa klub papan atas Moskow.
Pemain-pemain Anzhi tinggal dan berlatih di Moskow untuk alasan keamanan, dan hanya mendatangi Makhachkala untuk melakukan pertandingan kandang. (Ant/OL-2)