GERIMIS yang mengguyur kawasan Jakarta Barat akhir pekan ini tidak memengaruhi kegiatan kelompok musik Headmove untuk berlatih. Mereka tampak serius saat melakukan rapat kecil di salah satu studio musik.
Bagi
band yang terbentuk pada Juni 2008 itu, kegiatan berlatih hingga kumpul bareng sudah menjadi sebuah komitmen. "Intinya, kami saling percaya. Kami berkarya sesuai dengan idealisme bersama," ujar gitaris sekaligus vokalis Headmove, Aldrienko Prasetyo.
Mahasiswa Universitas Esa Unggul (UEU) ini kemudian mengajak tiga temannya dari UEU dan Trisakti, yaitu Hendrie Hermawan (gitar), Tubagus Joe Reza (bas), dan Gahardio Soetansyah (drum) untuk membentuk sebuah grup.
Corak musik mereka dipengaruhi Red Hot Chili Peppers, Mr Big, dan Fire House. Lewat berbagai genre musik itulah, Headmove menamakan diri mereka sebagai kelompok pengusung
progressive funk rock.
Mereka sudah menghasilkan beberapa album mini untuk
singel yang menjadi andalan mereka, seperti
Dive to Find,
Motivasi Biru,
Liar, dan
Media Pembodohan.
"Album mini ini sudah terkopi di atas 500 CD. Pendistribusian dilakukan dari teman-teman saja. Kami juga promosikan saat manggung di kafe atau festival," jelas Reza, santai.
Untuk mencari pengalaman, mereka sering tampil di beberapa kafe di kawasan Kemang. Selain itu, di acara-acara yang dilakukan beberapa perusahaan. "Sekarang ini kami tetap fokus bermusik. Setelah tamat pun, kami akan tetap berkarya di jalur musik," timpal Hendrie. Headmove merupakan salah satu
band kampus yang berupaya untuk eksis di dunia hiburan. (M-6)