Menkes Curiga Flu Burung Indonesia Kebal Obat
Penulis : Cornelius Eko Susanto
Jumat, 20 Januari 2012 22:47 WIB     
komentar
1 Like Dislike 1

JAKARTA--MICOM: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menduga di Indonesia telah terjadi kemungkinan resistensi (kebal obat) terhadap obat oseltamivir.

Hipotesis itu diambil berdasarkan terdapatnya beberapa korban positif flu burung di Indonesia yang tetap meninggal kendati telah diberikan oseltamivir sejak dini.

”Saya curiga resistensi pada oseltamivir sudah terjadi di Indonesia. Itulah sebabnya tingkat kematian penderita flu burung di sini mencapai lebih dari 80% padahal oseltamivir sudah diberikan," jelas Menkes dalam keterangan pers usai rapat koordinasi tingkat menteri membahas flu burung, Jumat (20/1), di Jakarta.

Dirinya mengatakan, ada kemungkinan terdapat gen tertentu dalam virus H5N1 di Indonesia yang menyebabkan virus H5N1 di Indonesia lebih ganas dibandingkan dengan virus H5N1 yang ada di negara lain.

"Jujur saja, sebagai bekas peneliti saya penasaran dengan adanya kemungkinan keberadaan gen ini," tuturnya.

Bila terjadi resistensi pada oseltamivir, Indonesia tidak lagi memiliki obat untuk menangkal penyebaran virus H5N1. Pasalnya, oseltamivir merupakan satu-satunya obat flu yang dapat membunuh virus tersebut walaupun dengan prasyarat dan kondisi tertentu.

Di pasaran, oseltamivir dijual dengan merek dagang Tamiflu. (Tlc/OL-5)

Share |

Advertisement
Advertisement