AFRIANI Susanti menjadi pembicaraan masyarakat beberapa hari ini. Ini bukan karena mengukir prestasi yang membanggakan, melainkan karena aksi mengemudinya menyebabkan sembilan orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (22/1) di kawasan Tugu Tani, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Afriani mengendarai mobil Xenia dalam keadaan mengantuk, sehingga mobilnya menyeruduk para pejalan kaki. Laju mobil baru terhenti setelah menabrak hatel busway.
Dalam pemeriksaan awal polisi, Afriani ternyata tidak mengantongi SIM dan STNK. Ia saat itu beralasan surat-surat tersebut sedang diperpanjang. Namun dalam pemeriksaan berikutnya, berupa tes urine, wanita berusia 29 tahun itu menggunakan narkoba sejenis amphetamine.
Apalagi, dalam pengakuan selanjutnya, Afriani mengakui dirinya bersama tiga temannya yang berada di dalam mobil maut telah mengonsumsi minuman keras dan ekstasi sebelum peristiwa tersebut.
"Jam 8-10 malam itu mereka menghadiri acara ulang tahun di Hotel Borobudur. Setelah itu mereka ke kafe di Kemang sampai jam 2 dini hari, di sana mereka minum bir dan wiski. Dari kemang mereka ke diskotik Stadium di Hayam Wuruk sampai jam 10 pagi," papar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji Wijayanto, Senin (23/1).
Aksi Afrian ini mengundang kecaman warga. Akun
twitter @siNengApril yang diduga milik Afriani dipenuhi cacian masyarakat. Hal ini membuat si pemilik @siNengApril menutup akunnya. Mulai Selasa (24/1), akun tersebut sudah tidak bisa diakses lagi.
Pengguna
Twitter, dan juga masyarakat lainnya, mendesak hukuman seberat-beratnya bagi Afriani. Mereka menganggap apa yang dilakukan Afriani tidak bisa ditolerir lagi. Selain itu, tuntutan agar pelaku bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami para korban tabrakan maut itu pun mengemuka. Bagaimana dengan pendapat Anda?