LEBIH dari 13 orang meninggal dunia akibat suhu dingin di Ukraina dalam 24 jam terakhir. Dengan kematian tersebut, jumlah warga setempat yang meninggal akibat temperatur dingin di bekas Uni Soviet itu bertambah 43 orang.
Kementerian Darurat Ukrania mengatakan Ukraina dilanda musim dingin paling dingin dalam enam tahun terakhir. Saat hari memasuki malam, suhu bisa mencapai 33 derajat celsius di bawah nol.
Pihak kementerian mengatakan 43 orang yang meninggal akibat kedinginan hanya dalam lima hari. Sebanyak 28 orang ditemukan meninggal di jalan-jalan, tujuh orang di rumah, dan delapan lainnya tengah dalam perawatan di rumah sakit.
Sebagian korban yang meninggal akibat kedinginan adalah para tunawisma yang hidup di luar rumah. Pihak kementerian menjelaskan ratusan orang masih dirawat di rumah sakit karena menderita radang dingin, hipotermia, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan cuaca dingin.
Untuk mencegah korban tewas akibat dingin jadi lebih banyak, pemerintah Ukraina mendirikan 1.730 tenda yang diberi pemanas di sejumlah wilayah sebagai lokasi penampungan sementara. Pemerintah juga menyediakan makanan dan minuman gratis bagi para tunawisma.
Televisi setempat
Channel 1+1 melaporkan terdapat seorang pria yang tengah dirawat akibat radang dingin yang dideritanya. Kulit kaki pria tersebut berubah menjadi hitam akibat hipotermia. "Saya minum dan tidur di bangku. Saya bangun tengah malam dan kaki saya kehilangan rasa," kata pria itu.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Ukraina Svitlana Tikhoneko mengatakan rumah sakit-rumah sakit tidak bisa menampung semua pasien tunawiswa. "Sangat disayangkan, korban meninggal bertambah. Tetapi kami akan mengambil berbagai upaya untuk mencegahnya." (Reuters/I-3)