BALIKPAPAN--MICOM: Jalan Trans-Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan terputus, tepatnya di dusun Maliri, Muara Langon, Kabupaten Paser terputus hingga 8 meter. Hal itu disebabkan jebolnya tanggul jalan penghubung. Hujan deras yang mengguyur daerah itu pada Selasa (31/1) telah mengakibatkan gorong-gorong yang terbuat dari besi itu rusak dan hancur pada Rabu (1/2).
"Hujan sangat deras mengakibatkan volume air meningkat. Arus air menjebol tanggul di sisi kedua jalan. Jembatan gorong-gorong hanyut dan terjadi longsor di kedua sisi jalan hingga 8 meter," kata Salah seorang warga Dusun Maliri Dany, saat dihubungi, Kamis (2/2)/.
Ia menjelaskan, saat ini jalan tersebut telah dipasangi kayu untuk menghubungkan kedua sisi jalan yang terbuat dari pohon kelapa dan menyediakan lampu penerangan guna memudahkan pengaturan lalu lintas.
Kendati demikian, tidak semua kendaraan bisa melintasi jembatan itu. Hanya kendaraan bermuatan sekitar empat ton yang diperbolehkan melintasi jembatan karena dikhawatirkan akan kembali runtuh.
"Untuk sementara sudah dipasang kayu, tapi kendaraan kecil saja yang bisa melintas. Kalau kendaraan tronton dan truk bemuatan tidak bisa melintas," ujarnya.
Salah satu sopir bus Balikpapan-Banjarmasin Muslim mengatakan putusnya jalan itu telah mengakibatkan antrean panjang baik kendaraan yang berasal dari Banjarmasin (Kalimantan Selatan) menuju Paser, Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) hingga dua kilometer, begitu juga sebaliknya.
Tidak hanya itu, warga yang membangun jembatan juga meminta uang jasa sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per kendaraan.
"Tidak masalah sih, mereka yang bangun jembatan darurat, daripada kami tidak bisa melintas," ujarnya.
Ia mengharapkan pemerintah segera membangun jembatan permanen di daerah itu agar jalur transportasi yang menghubungkan Kaltim dan Kalsel kembali lancar.
"Kami harapkan, karena ini hanya jalan satu satunya yang menghubungkan kedua Provinsi. Jadi ini sangat vital," katanya. (SY/OL-10)