JAKARTA--MICOM: Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mendukung pemberian telepon genggam (handphone) gratis TKI yang bekerja di Korea Selatan.
Instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang perlunya pemilikan telepon genggam bagi TKI selama bekerja di luar negeri ternyata disambut baik oleh PT OK COM, kata Jumhur dalam surat elektronik di Jakarta, Kamis (2/2).
Dengan menggandeng perusahaan di Korea, SK Telecom, perusahaan ini akan membagikan gratis sekitar 10 ribu telepon genggam secara berkala selama setahun kepada TKI yang akan bekerja di Korea Selatan. Kepedulian PT OK COM ini disampaikan langsung melalui Surat Persetujuan Penyerahan Bantuan Telepon Seluler kepada TKI Korea antara PT OK COM.
Surat Persetujuan itu ditandatangani Direktur PT OK COM Ahn Sung Wook dan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, Kamis ini. Turut hadir menyaksikan kerja sama pemberian selular itu, Kepala BNP2TKI, Deputi Bidang Penempatan Ade Adam Noch, Kepala Biro Hukum dan Humas BNP2TKI Ramiany Sinaga.
Jumhur Hidayat mendukung gagasan pemberian seluler gratis bagi TKI yang akan ditempatkan ke Korea. Pada tahap awal, pemberian seluler ini akan diberikan bagi 22 TKI yang akan tiba di bandara internasional Incheon Korea Selatan, Selasa pada 6 Februari 2012.
Menurut Jumhur, BNP2TKI selalu mendukung upaya pihak swasta untuk memberi kemudahan kepada TKI. Termasuk upaya yang dilakukan PT OK COM untuk membagikan gratis HP kepada TKI yang akan ditempatkan ke Korea.
"Dengan memiliki handphone, TKI akan bisa berkomunikasi dengan keluarga dan pihak terkait lainnya selama bekerja di Korea," ujar Jumhur.
Tahun 2012 ini, kata Jumhur, ada lebih 10.000 TKI yang akan ditempatkan BNP2TKI di Korea. Jumhur mengharapkan semua TKI yang akan diberangkatkan ke Korea tahun 2012 itu bisa mendapatkan fasilitas telepon selular gratis canggih merek Samsung tersebut.
Selular yang diberikan kepada TKI Korea itu memang tergolong canggih karena selain untuk komunikasi biasa juga bisa akses internet. Menurut Ahn Sung Wook yang mewakili SK Telecom, pihaknya sudah bekerjasama perusahaan penerima TKI di Korea, dan SK Telecom pula yang akan membagikan HP ini kepada setiap TKI yang baru tiba di bandara Incheon.
Haposan Saragih menambahkan, pemberian handphone hanya untuk TKI yang berangkat setelah penandatanganan kerja sama ini. "Jadi, TKI ke Korea yang akan berangkat bulan Februari nanti setibanya di Korea akan mendapatkan gratis handphone ini," tutur Haposan.
Pengiriman TKI ke Korea Selatan dilakukan melalui mekanisme kerja sama penempatan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Korea Selatan (government to government) sejak 2004.
Jumlah penempatan TKI G to G ke Korea hingga akhir 2011 lalu sebanyak 34.544 orang, yang seluruhnya di bawah tanggungjawab BNP2TKI selaku pihak pemerintah Indonesia yang menempatkan TKI G to G ke Korea Selatan. (Ant/OL-2)