Internal Demokrat Desak Anas Mundur
Penulis : Fardiansah Noor
Jumat, 03 Februari 2012 00:00 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

KETUA Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mulai ditinggalkan orang dekatnya. Ruhut Sitompul yang selama ini dikenal sebagai loyalis Anas justru mendesaknya mundur dari jabatan ketua umum.

Desakan agar Anas mundur dikumandangkan Ruhut di Jakarta, kemarin. Ruhut yang kini menjabat Ketua Divisi Kominfo DPP Partai Demokrat adalah juru bicara tim sukses Anas pada Kongres Partai Demokrat 2010.

Ruhut bersuara lantang hanya dua hari setelah kubu Anas mengklaim Demokrat solid. Klaim itu disampaikan setelah Anas memimpin rapat konsolidasi dewan pimpinan pusat partai pada 31 Januari.

Menurut Ruhut, Anas didesak mundur demi menyelamatkan partai dari dampak serangan terkait dengan kasus korupsi yang didakwakan kepada Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat. "Anas negarawan dan mundur sementara. Saya minta dia fokus pada kasus ini," tukas Ruhut.

Bukan hanya Nazaruddin yang menyebut Anas terlibat kasus dugaan korupsi proyek Wisma Atlet dan Hambalang. Dua saksi kunci, Yulianis dan Mindo Rosalina Manulang, juga tanpa sungkan menyebut keterlibatan Anas.

Seruan hati

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menilai desakan Ruhut agar Anas mundur sebagai seruan hati. Ia mengakui suara seperti itu tak hanya didengungkan di Jakarta, tapi juga dari daerah-daerah.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto menilai penonaktifan Anas akan membuat kredibilitas partai tetap terjaga. "Dari hasil sejumlah survei, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Demokrat mulai menurun belakangan ini," tukasnya.

Elektabilitas partai berkuasa itu kian anjlok. Hanya dalam tempo delapan bulan melorot tajam hingga 7%. Pada Juni 2011, elektabilitas Demokrat bertengger di posisi 21%, kini tinggal 14%.

Dani mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera bertindak. Jika bukti keterlibatan Anas kuat, Dani minta KPK jangan melakukan pembiaran.

Ketua KPK Abraham Samad hanya berjanji bakal ada perkembangan menarik soal kasus tersebut. Dia akan mengungkapkan perkembangan menarik itu dalam jumpa pers pada hari ini.

Janji Abraham itu disampaikan kepada Laskar Antikorupsi Pejuang '45 yang kemarin berdemonstrasi menuntut Anas dijadikan tersangka. Laskar itu juga berunjuk rasa di kediaman Anas di kawasan Jakarta Timur. (*/X-3)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Senin, 21 Mei 2012 00:00 WIB
Minggu, 20 Mei 2012 00:01 WIB
Sabtu, 19 Mei 2012 00:01 WIB
Jumat, 18 Mei 2012 00:01 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 15 Mei 2012 00:00 WIB
Senin, 14 Mei 2012 00:01 WIB
Minggu, 13 Mei 2012 00:12 WIB


   Index Berita