Pangeran William--AP/ John Stillwel/rj
BUENOS AIRES--MICOM: Argentina mengutuk keras kunjungan Pangeran William, calon pewaris tahta Kerajaan Inggris, ke Kepulauan Falkland meski kunjunganitu disebutkan sebagai latihan militer.
Reaksi keras ditunjukan sejumlah pejabat Argentina yang menyebut kunjungan itu sebagai provokasi terhadap konflik kepemilikan gugusan pulau tersebut.
Kunjungan ini bertepatan menjelang 30 tahun peristiwa kekalahan Argentina dalam perang melawan Inggris dalam memperebutkan kepulauan Falkland.
Argentina masih mengklaim gugugan pulau yang mereka sebut sebagai kepulauan Malvinas.
Pangeran William tiba di Kepulauan Falkland selama enam pekan untuk mengikuti latihan militer bersama Angkatan Udara Inggris, demikian keterangan resmi Kementerian Pertahanan Inggris.
Dia disebutkan akan mengikuti latihan pencarian dan pertolongan dengan menggunakan pesawat helikopter.
"Pangeran William telah tiba di Kepulauan Falkland. Dia akan mengikuti latihan pencarian dan pertolongan dengan menggunakan helikopter," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan singkat.
Sejak rencana kunjungan William ke Falkland diumumkan sekian bulan lalu, pejabat dari dua negara melontarkan perang kata-kata, yang belakangan makin meningkat.
Presiden Argentina Cristina Fernandez menggambarkan kunjungan Pangeran William sebagai bentuk keangkuhan Inggris yang masih memamerkan "kekuatan kolonial yang mulai pudar".
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Argentina, Sebastian Brugo Marco juga mengatakan, pihaknya tidak dapat mengabaikan "makna politik di balik misi militer" kunjungan William tersebut.
Tetapi keterangan resmi pemerintah Inggris menyebut kunjungan itu merupakan kegiatan rutin.
Selama latihan di kepulauan itu, William tidak akan melakukan tugas terkait posisinya sebagai calon pewaris kerajaan Inggris.
Sejak 1833, Inggris telah menguasai gugugan pulau yang terletak sekitar 300 mil lepas dari pantai selatan Argentina.
Pada 982, Inggris mengirim pasukan angkatan laut dan ribuan tentara untuk merebut kembali gugusan pulau itu setelah pasukan Argentina mendudukinya.
Dalam perang selama sepuluh pekan itu, 650 orang tentara Argentina tewas, sementara Inggris kehilangan 255 tentaranya yang tewas.
Inggris menolak ajakan berunding yang diajukan Argentina, yang tetap mengklaim kedaulatan atas kepulauan Falkland.
Perdana Menteri Inggris David Cameron bulan lalu menyatakan bahwa dia berkomitmen untuk melindungi gugusan pulau tersebut. (BBC/OL-3)