Ekonomi
Mobnas Ramaikan INAPA 2012
Penulis : Tutus Subronto
Jumat, 03 Februari 2012 13:44 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

Mobnas Ramaikan INAPA 2012
Dok Micom/bo
JAKARTA--MICOM: Pameran suku cadang dan industri pendukung otomotif terbesar se-Asia Tenggara, International Auto Parts, Accessories, and Equip Exhibition (INAPA) 2012 akan kembali digelar. Tiga pabrikan mobil nasional pun turut serta.

Ketua Bidang Marketing/Komunikasi Asianusa (Asosiasi Industri Automotive Nusantara) Dewa Yuniardi menjelaskan merek-merek tersebut terdiri atas Fin komodo, Tawon, dan GEA (Inka Madiun).

"Ini (INAPA) merupakan ajang yang baik untuk semakin mengenalkan mobil-mobil karya anak bangsa," cetusnya, Kamis (2/2), saat jumpa pers.

Dewa juga menuturkan sebagian mobil karya Indonesia ini sudah ada yang dijual di pasar otomotif nasional.

"Seperti Fin Komodo yang sudah jualan 2008 akhir. Mobil untuk offroad ini pun tidak memerlukan STNK, karena tidak digunakan di jalan raya," tandas Dewa.

Tidak hanya mobnas, sejumlah pabrikan pendukung industri otomotif juga terlibat dalam INAPA 2012 ini.

INAPA 2012 kembali dibarengi dengan IIBT 2012, Heavy Equipment Indonesia 2012, Tyre and Rubber Indonesia 2012, dan INABIKE 2012. Event ini digelar pada 28-31 Maret 2012 di JIExpo Kemayoran.

IIBT 2012 sendiri adalah pameran terbesar untuk bus, truk, dan komponen pendukung dengan Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKARINDO). Sementara, Heavy Equipment Indonesia 2012 adalah pameran industri alat berat dan fitur pendukungnya.

Dengan demikian, INAPA 2012, Tyre and Rubber Indonesia 2012, INABIKE 2012, IIBT 2012, dan Heavy Equipment Indonesia 2012 menciptakan satu platform industri otomotif untuk memamerkan produk dan teknologi terbaru demi memenuhi keinginan pasar.

Menurut Head of Project PT Global Expo Management (GEM) Indonesia, Baki Lee, event berkaitan dengan industri. Pameran INAPA memasuki tahun ke empat. Tahun lalu sudah masuk pameran terbesar aksesoris di Asia Tenggara.

"Di Maret nanti akan ikut serta 1000 perusaahaan meningkat 25 persen dari tahun lalu yang sekitar 600. Dulu 15 negara sekarang 21 negara," jelasnya.

Baki Lee lebih lanjut menjelaskan, tiap tahunnya jumlah peserta selalu meninggkat dua kali lipat.

"Semua itu karena iklim investasi Indonesia yang selalu tumbuh, sehingga jadi daya tarik untuk pasar Indonesia," urainya. (Tsr/OL-10)

Share |

Advertisement
Advertisement