JAKARTA--MICOM: Mata uang rupiah pada akhir pekan sore kembali bergerak melemah sebesar 50 poin dipicu masih khawatirnya investor pasar uang terhadap kriris utang Eropa yang masih berlanjut.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta, Jumat (3/2) sore, bergerak melemah 50 poin ke posisi 8.980 dibandingkan dengan sebelumnya 8.930 per dolar AS.
"Indikator pergerakan pasar uang dalam negeri masih dari regional. Masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penanganan krisis utang mendorong pelaku pasar uang memegang dolar AS," kata analis Tresuri Telkom Sigma Rahadiyo Anggoro di Jakarta.
Ia menambahkan, pada pekan ini pejabat negara kawasan Eropa mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) terkait penanganan masalah utang Yunani. "Pelaku pasar uang mengharapkan ada fasilitas dalam menangani masalah utang, dalam KTT itu memang sudah ada beberapa fasilitas penanganan krisis namun masih belum dapat menurunkan tensi kekhawatiran pelaku pasar," katanya.
Selain itu, lanjut Rahadiyo, lembaga pemeringkat international Fitch rating menurunkan peringkat beberapa negara Eropa, salah satunya Irlandia. Penurunan peringkat itu menjadi salah satu katalis negatif bagi pasar finansial global.
Sementara itu, ujarnya, dari dalam negeri beberapa perusahaan di Indonesia melakukan transaksinya menggunakan dolar AS. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab nilai tukar domestik tertekan. Meski demikian, nilai tukar rupiah yang berada di posisi 8.980 per dolar AS masih dinilai stabil bagi pelaku pasar dan pelaku usaha di dalam negeri. (Ant/OL-01)