Ekonomi
ICP Tembus US$115 per Barel
Penulis : Andreas Timothy
Jumat, 03 Februari 2012 20:06 WIB     
komentar
1 Like Dislike 1

JAKARTA--MICOM: Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) per Januari 2012 telah menembus angka US$115,91 per barel, jauh di atas asumsi pemerintah dalam APBN 2012 yang sebesar US$90 per barel.

Harga ICP tersebut naik 4,6% atau US$5,21 per barel dibandingkan posisi Desember 2011 yang sebesar US$110,70 per barel.

Sementara harga Minas/SLC mencapai US$118,38 per barel, naik US$5,86 per barel dari US$112,52 per barel akhir tahun lalu.

Laporan Tim Harga Minyak Indonesia menyebutkan lonjakan harga tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor.

"Di antaranya kekhawatiran pasar atas kondisi geopolitik di Timur Tengah akibat isu nuklir Iran, serta potensi terganggunya pasokan minyak Nigeria akibat ancaman dari serikat pekerja untuk menutup fasilitas produksi karena kebijakan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM)," demikian dikutip dari situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Jumat (3/2).

Menurut Tim Harga, laporan Centre for Global Energy Studies (CGES) menyebutkan, disamping turunnya persediaan minyak mentah dunia yang hanya cukup untuk 63 hari, naiknya harga minyak internasional juga disebabkan oleh membaiknya harga minyak di pasar internasional.

Khususnya akibat menurunnya kekhawatiran atas krisis utang zona Eropa pasca keberhasilan lelang surat utang yang dilakukan oleh Pemerintah Italia, Prancis, dan Spanyol.

"US Federal Reserve (The Fed) menetapkan suku bunga rendah hingga 2014 untuk membantu pemulihan ekonomi Amerika, juga memperkuat harga minyak internasional," kata Tim Harga.

Per Januari 2012, harga minyak mentah WTI (Nymex) tercatat naik sebesar US$1,74 per barel dari US$98,58 per barel menjadi US$100,32 per barel. Sementara Brent (ICE) naik sebesar US$3,73 per barel dari US$107,72 per barel menjadi US$111,45 per barel. (Atp/OL-9)

Share |

Advertisement
Advertisement