BANGKOK--MICOM: Kementerian Luar Negeri Thailand mengundang utusan tujuh negara Uni Eropa untuk mendengar klarifikasi mengenai situasi di Thailand karena beberapa negara meneruskan nasihat perjalanan mereka mengenai ancaman terorisme di Bangkok, sedangkan 12 negara mempertahankan kewaspadaan mereka.
Wakil Direktur Jenderal Departemen Informasi Jesda Katavetin, Jumat (3/2), mengumumkan secara rinci pada konferensi pers setelah Menteri Surapong Tovichakchaikul menyelenggarakan acara makan siang untuk membahas masalah itu dengan para duta besar Austria, Irlandia, Swedia, Yunani, Italia, Inggris, dan Rumania.
Jesda mengatakan 12 negara saat ini yang masih mempertahankan kewaspadaan mereka adalah Irlandia, Swedia, Yunani, Italia, Inggris, Rumania, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Dia mencatat Swedia dan Inggris mengatakan, mereka tidak mengeluarkan nasehat perjalanan melainkan menginformasikan kepada warganya untuk waspada terhadap situasi di Thailand setelah Thailand dan Amerika Serikat diperingatkan oleh para pejabat AS dan Israel mengenai kemungkinan serangan teroris di Thailand.
Pada awal bulan lalu, Kedutaan Besar AS di Bangkok memperingatkan pada situs jejaringnya mengenai kemungkinan serangan itu, dan kedutaan besar lainnya mengikuti. Namun, Kedutaan Besar AS sejak itu kemudian mencabut peringatan itu dari halaman utama situsnya.
Jesda mengatakan bahwa semua 12 negara merasa puas dengan pendekatan Thailand mengenai situasi tersebut. (Ant/OL-2)