Sumatera
Warga Rokan Ulu Diminta tidak Terprovokasi
Penulis : Rudi Kurniawansyah
Jumat, 03 Februari 2012 22:59 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

PEKANBARU--MICOM: Kapolda Sumatra Utara (Sumut) Irjen Wisjnu Amat Sastro meminta warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu, Riau menahan diri terkait konflik agraria yang berujung insiden penembakan terhadap lima warga setempat.

"Kapolda Sumut tadi membesuk lima warga korban tembak di RSUD Pasir Pengaraian. Beliau meminta seluruh warga untuk dapat menahan diri jangan terhasut provokasi," kata Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris Besar Yudi Kurniawan kepada Media Indonesia, Jumat (3/2).

Yudi mengungkapkan Kapolda Sumut berjanji akan menindak oknum satuan Brimob Polda Sumut yang terbukti sudah melanggar hukum dan ketentuan terkait insiden penembakan lima warga saat bentrok sengketa lahan dengan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI), Kamis (2/2) lalu.

"Kapolda Sumut berjanji akan menindak secara hukum personil Brimob yang terbukti bersalah," ungkap Yudi.

Yudi juga mengimbau masyarakat Riau agar tidak terpancing provokasi akibat konflik beberapa hari yang lalu tersebut. Saat ini, aparat kepolisian bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Rokan Hulu dan tokoh masyarakat tengah mencari solusi terbaik untuk penyelesaian persoalan sengketa lahan itu.

"Untuk perusahaan PT MAI, penanganan sepenuhnya dilakukan oleh Polda Sumut," kata Yudi.

Ia juga menampik kabar tentang hilangnya lima warga yang diduga disekap dan ditahan Brimob Polda Sumut di Polsek Sosa, Padang Lawas, Sumut. Menurutnya, Polsek Sosa saat ini hanya menangkap dua warga, masing-masing laki-laki dan perempuan yang terbukti membawa senjata tajam berupa pisau dan parang.

"Ada dua warga Batang Kumu yang saat konflik ditangkap dan dibawa ke Polsek Sosa. Mereka sedang dalam tahap pemeriksaan beserta alat bukti pisau dan parang," ujarnya.

Kapolres juga ingin meluruskan kronologi kejadian karena dikabarkan insiden bentrokan itu terjadi di wilayah hukum Rokan Hulu, Riau. "Kejadian itu bukan di wilayah kita, tapi sudah masuk di Padang Lawas, Sumut. Yang benar itu, warga Desa Batang Kumu menyerbu ke Padang Lawas, arealnya PT MAI," jelas Yudi. (RK/OL-04)





Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 16:53 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 16:49 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 14:02 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 13:34 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:12 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 10:00 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 09:53 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 09:37 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 09:22 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 07:21 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:52 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:34 WIB


   Index Berita