Penulis : Rudi Kurniawansyah
Sabtu, 04 Februari 2012 01:10 WIB
PEKANBARU--MICOM: Sedikitnya 100 warga dari 500 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (3/2), terpaksa mengungsi dari lokasi insiden bentrok berdarah antara warga dengan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) di perbatasan Riau-Sumatra Utara (Sumut).
"Ada 100 warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi mengungsi sejauh 5 kilometer ke pemukiman terdekat. Mereka ketakutan," kata Kuasa hukum Warga Batang Kumu Muhammad Nasir Sihotang kepada
Media Indonesia, Jumat (3/2).
Menurut Nasir, kondisi Desa Batang Kumu pascabentrokan berdarah antara warga dengan Brimob Polda Sumut dalam situasi mencekam. Sebagian warga masih merasa trauma serta ketakutan dengan aksi brutal oknum anggota Brimob Polda Sumut yang menembaki warga sehari yang lalu. Mereka memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
"Sedangkan beberapa warga lainnya pergi ke Sosa untuk memastikan tiga ibu-ibu yang sedang ditahan di Polsek Sosa, Padang Lawas," kata Nasir.
Nasir mengungkapkan cara kekerasan yang dilakukan PT MAI untuk mengusir warga Batang Kumu sudah terjadi berulang-ulang. Sebelumnya sejak 1998 hingga 2002 sebanyak 100 rumah dibakar. Puluhan warga juga mengalami luka akibat bentrokan yang terjadi.
Sejak 2010 sampai 2012, sebanyak 20 warga ditahan, dan kini kembali lima warga ditembak, dan tiga warga ditahan di Polsek Sosa.
"Padahal status lahan itu masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung. Sebelumnya pada 2009, kami sudah memenangkan perkara di Kejaksaan Negeri Pasir Pangaraian, Rokan Hulu," kata Nasir. (RK/OL-04)