Sebanyak 38 cabang olahraga akan dipertandingkan di Olimpiade 2012 London yang akan berlangsung 17 hari, mulai 27 Juli hingga 12 Agustus.
Jika mengacu ke Olimpiade 2008 di Beijing, China, setidaknya ada 214 negara yang akan menerbangkan atlet-atlet mereka ke London. Itu belum termasuk ofisial cabang olahraga, delegasi negara partisipan, dan turis yang tentu tak ingin melewatkan perhelatan Olimpiade ke-30 sejak era 'Olimpiade Modern' pada 1896 yang dilangsungkan di Yunani.
Panitia penyelenggara menginginkan para 'tamu agung' itu bepergian dari satu arena ke arena lain dengan menggunakan transportasi massal. Pemegang tiket pertandingan akan mendapat akses harian ke
subway (kereta bawah tanah) sebagai bagian dari paket spesial untuk mereka. Kereta khusus bernama Javelin itu akan mengangkut mereka dari Stasiun St Pancras di pusat London ke Olympic Park di London timur pun telah disiapkan.
Membeludaknya manusia di London selama pesta dunia itu dipastikan akan membuat arus pergerakan manusia meningkat drastis dan menguji kesiapan transportasi publik di ibu kota Inggris tersebut. Pada hari-hari regular saja, jalur kereta bawah tanah London harus mengangkut sekitar 12 juta orang dalam sehari dan angka itu diperkirakan bertambah 3 juta saat Olimpiade digelar.
Untuk mengatasi problem itu, penyelenggara meluncurkan kampanye
Get Ahead of the Games, Senin (30/1). Dengan menggunakan media poster dan sosok kartun, kampanye yang menelan anggaran 8,8 juta pound (Rp123 miliar) itu memberikan pemahaman kepada warga London akan gangguan yang mungkin terjadi plus memberikan saran bagaimana cara mengatasinya, yaitu 'Sabar, minum bir dulu, dan bekerja dari rumah'.
Ya, sektor usaha memang telah diminta untuk mempertimbangkan adanya fleksibilitas jam kerja selama Olimpiade serta kemungkinan sistem kerja secara
telecommute. Selain itu, keseriusan Inggris sebagai tuan rumah juga diperlihatkan dengan investasi 6,5 miliar pound (Rp91,4 triliun) untuk mempermudah sistem transportasi massal London.
Get Ahead of the Games akan digaungkan melalui surat kabar-surat kabar serta radio nasional hingga di seluruh arena Olimpiade.
Serikat pekerja
Isu transportasi itu bukannya tanpa masalah. Wali Kota London Boris Johnson saat ini harus menghadapi tuntutan Serikat Pekerja Kereta, Maritim, dan Transportasi (Rail, Maritime, and Transport Union) yang meminta upah lebih selama pergelaran Olimpiade. Perwakilan serikat mengatakan kompensasi senilai 500 pound (Rp7,1 juta) yang ditawarkan tak sebanding dengan penambahan jam kerja dan jadwal perjalanan yang menumpuk selama akhir Juli hingga pertengahan Agustus.
"Yang kami inginkan hanyalah kesepakatan yang adil untuk seluruh staf yang terlibat dalam tantangan transportasi yang akan dihadapi musim panas ini (Olimpiade)," jelas Ketua Serikat Bob Crow.
Tuntutan itu datang tak lama sebelum otoritas transportasi London akan memasang poster, petunjuk, dan spanduk bagi para musafir soal seluk-beluk transportasi selama Olimpiade. Johnson menyebut para pekerja itu dengan istilah
Olympo-Skeptics.
"Mereka (serikat pekerja) memprediksi ketidaknyamanan (
tumbleweed) di Shaftesbury Avenue--salah satu jalan teramai di London. Mereka salah dan akan melewatkan kesempatan besar menuju profit," ujarnya.
Komisaris Transportasi London Peter Hendy menolak untuk membeberkan seberapa jauh ia akan menambah pembayaran para pekerja moda transportasi. Terlebih, penyelenggara Olimpiade, menurutnya, harus berpaku pada bujet yang telah ditetapkan sejak awal. Namun, ia mengaku siap berdiskusi lebih lanjut dengan serikat untuk mencapai kesepakatan yang baik bagi kedua pihak.
Sebagai informasi, Kantor Audit Nasional (The National Audit Office) membeberkan pihak penyelenggara Olimpiade 'hanya' memiliki sisa dana 500 juta pound (Rp7,1 triliun) yang akan dialokasikan sebagai 'dana tak terduga' selama Olimpiade. Keseluruhan dana untuk Olimpiade ialah 9,3 miliar pound.
Percantik diri
Di sisi lain, London timur, daerah sentral tempat pergelaran Olimpiade, terus berbenah dan mempercantik diri untuk meyambut pesta akbar dunia itu. Dari segi transportasi, pembenahan stasiun
subway yang kumuh, penggantian kereta tua, penggunaan kereta khusus Javelin, serta penambahan sembilan jalur kereta baru yang menghubungkan London dengan daerah timur, tepatnya di Stratford, sudah dilakukan. Hal itu menguntungkan karena dulu salah satu hal yang menjadi tembok pemisah antara turis dan daerah tersebut ialah kurangnya moda transportasi massal yang mudah.
Arena, fasilitas hiburan, bisnis, dan lingkungan pun tak luput dari perhatian. Di Stratford, bekas rawa dan kota kumuh yang dahulu lekat dengan mitos hantu 'Jack the Ripper' serta sungai yang terpolusi dibangun Stadion Olimpiade dan pusat perbelanjaan yang megah. Dalam waktu kurang dari enam bulan ke depan akan ada jalur sepeda, ruang terbuka hijau, hingga aliran sungai yang mengalir bersih. Anak-anak sekolah dilibatkan sebagai relawan dalam aksi peduli lingkungan untuk memungut sampah, membersihkan gulma, dan menanam bunga-bunga untuk memperindah kanal.
Olympic Park yang didirikan di atas lahan seluas 250 hektare dan akan rampung beberapa bulan dari sekarang dibangun dengan ekspektasi dan ambisi sebagai
urban park terbesar. Perusahaan rekayasa dan konstruksi BAM Nuttal memenangi kontrak utama bernilai total 76 juta pound (Rp1,07 triliun) untuk proyek pembangunan Olympic Park serta transformasinya menjadi daerah permukiman seusai penyelenggaraan London 2012.
Pembangunan London timur dalam rangka Olimpiade membawa berkah bagi penduduk lokal. Keseluruhan gedung serta pusat perbelanjaan dan bisnis ditujukan untuk memancing munculnya ribuan hunian dan lapangan pekerjaan baru dalam rentang waktu 25 tahun ke depan.
"Daerah ini dulu sangat terabaikan. Sejujurnya London barat masih menjadi daya tarik utama. Namun, ini awal yang baik bagi kami (untuk ikut menarik perhatian). Kami menuju ke arah sana," ujar Cicero Fernando, warga London selatan. (R-1)