MANILA--MICOM: Jenazah Zulkifli bin Hir alias Marwan, pemimpin kelompok Jemaah Islamiyah yang dikatakan tewas dalam operasi militer di Filipina selatan Kamis (2/2), ternyata belum ditemukan.
"Kami masih melakukan pencarian. Tentara kami masih di lapangan," ungkap Kolonel Randolph Cabangbang, juru militer di Filipina selatan, Jumat (3/2).
Militer Filipina melakukan serangan, dengan didukung angkatan udara Amerika Serikat di satu kamp kelompok militan di Pulau Jolo, Kamis (2/2) menewaskan 15, termasuk beberapa pemimpin Jemaah Islamiyah.
Juru bicara militer Filipina di Manila, Kolonel Marcelo Burgos, mengatakan Marwan awalnya diperkirakan termasuk di antara korban tewas. Namun kematian Marwan belum bisa dikonfirmasi karena jenazahnya belum ditemukan.
Kolonel Cabangbang menjelaskan berita kematian Marwan diperoleh dari informan militer namun tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut karena khawatir informasi ini akan mengganggu dinas intelijen. Ia hanya mengatakan mungkin besarnya ledakan membuat jenazah Marwan hancur.
Sumber-sumber militer mengatakan jenazah Marwan belum ditemukan. Mereka mengatakan bom menghancurkan satu rumah yang diyakini didiami Marwan di Jolo selama ini.
Meski demikian salah seorang pejabat memastikan dua tokoh militan lain, Umbra Jumdail, pemimpin kelompok militan Abu Sayyaf dan tokoh Jemaah Islamiyah asal Singapura, Abdullah Ali alias Muawiyah, tewas.
Cabangbang mengatakan keputusan untuk mengumumkan tewasnya tiga tokoh kelompok militan, termasuk Marwan, diambil oleh panglima angkatan bersenjata Filipina, Jenderal Jessie Dellosa, setelah mendapatkan penjelasan dari para pejabat militer.
Sejumlah pihak mengatakan bila Marwan memang tewas, ini akan menandai keberhasilan upaya menumpas kelompok Jemaah Islamiyah sejak Januari 2011, ketika tersangka teroris Umar Patek--warga negara Indonesia--ditangkap di Abbottabad, Pakistan.
Patek dan Marwan diperkirakan memberikan pelatihan militer di Filipina selatan, termasuk membuat bom dan mencari dana baik di dalam maupun di luar negeri.
Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah US$5 juta kepada siapapun yang bisa menangkap atau menewaskan Marwan. (bbc.com/OL-2)