PONTIANAK--MICOM: Ribuan umat Muslim Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (5/2), melakukan pawai akbar dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ketua Front Pembela Islam Dewan Pimpinan Wilayah Kota Pontianak yang juga Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ishak Almuntahar menyatakan, kegiatan pawai akbar dilakukan sebagai ucapan rasa syukur dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia menjelaskan, pawai akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema Pontianak bershalawat, yang diikuti oleh sekitar 40 ormas Islam, pondok pesantren, maupun majelis taklim yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya.
"Pawai Akbar itu dimulai di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Oesman dan berakhir juga di tempat semula," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ishak Almuntahar menyampaikan permohonan maafnya karena dibatalkannya keikutsertaan sekitar 68 kelompok drumb band dari SMP hingga SMA/sederajat di kota itu.
"Dibatalkannya keikutsertaan drumb band karena dinilai oleh Wali Kota Pontianak tidak mencirikan dan bernuansa Islam," katanya.
Ishak Almuntahar yang juga sebagai Ketua FPI Dewan Pimpinan Wilayah Kota Pontianak mengimbau, kepada para peserta pawai akbar untuk tertib dalam melaksanakan kegiatan itu agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang dilewati.
Ia juga mengimbau, kepada seluruh Umat Muslim dan warga Kota Pontianak untuk sama-sama menjaga dan menghormati warga Tionghoa dalam memeriahkan perayaan Cap Go Meh dengan atraksi arakan reflika naga, pada Senin (6/2).
"Mari sama-sama untuk hidup hormat-menghormati kepercayaan agama lain, agar tercipta Kota Pontianak yang tertib dan aman," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji seusai melepas pawai akbar itu mengimbau, agar pawai akbar itu diselenggarakan dengan tertib sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
"Tahun depan pawai akbar dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan oleh FPI tetapi bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak agar lebih meriah lagi dari sekarang," ujar Sutarmidji. (Ant/OL-3)