Produk Reksadana--Antara/Rosa Panggabean/cs
JAKARTA--MICOM: Industri reksadana diproyeksikan akan terus tumbuh pada 2012. Cerahnya prospek reksadana di tahun naga air ini dapat menjadi peluang besar bagi investor untuk berinvestasi.
Presiden Direktur Samuel Aset Manajemen, Agus B. Yanuar mengungkapkan, pasar Eropa dan Amerika Serikat belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain, naiknya peringkat investasi dari dua lembaga pemeringkat dunia seperti Fitch Rating dan Moodys membuat Indonesia sebagai negara tujuan investasi investor asing.
"Faktor-faktor tersebut membuat reksadana menjadi instrumen berprospek cerah tahun ini," ujarnya akhir pekan lalu.
Reksadana saham, kata Agus, diperkirakan memberi imbal hasil paling bagus yakni kisaran 20%-35%. Hal ini lantaran tahun lalu reksadana saham hanya mampu naik tipis akibat posisi IHSG cuma tumbuh sekitar 3%.
"Di tahun ini setelah kita memperoleh rating investment grade otomatis pertumbuhan IHSG akan lebih tinggi dan hal ini berpengaruh ke reksadana saham," katanya.
Apalagi, suku bunga obligasi pemerintah turun. Suku bunga obligasi pemerintah berjangka waktu 10 tahun yang sebelumnya di atas 6%, turun menjadi 5,57%. Hal ini menyebabkan peralihan dari obligasi pemerintah ke saham dan obligasi korporasi.
Sementara reksadana fixed income atau pendapatan tetap dan reksadana campuran juga masih dapat tumbuh. Meski tidak sebesar saham, reksadana campuran bisa berekspektasi tumbuh pada kisaran 15%-20% dan reksadana fix income dapat tumbuh di kisaran 7%-9%. "Tinggal manajer investasi harus aktif melihat pasar agar dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi," tandasnya.
Melihat prospek cerah reksadana, kata Agus, Samuel Aset Manajemen optimis mampu meraih target pertumbuhan dana kelolaan minimal 20%. Hingga akhir Desember 2011, total dana kelolaan perseroan mencapai Rp1,15 triliun. "Tahun ini, kami menargetkan menghimpun dana kelolaan menjadi Rp1,5 triliun-Rp2 triliun," katanya.
Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Agus, perseroan akan meningkatkan kinerja produk reksadana saham, fix income, dan campuran. "Kami akan meningkatkan performa reksadana saham terutama pada saham-saham bluechip. Selain itu reksadana campuran dan fix income menjadi produk investasi menguntungkan untuk jangka panjang," jelasnya. (WR/OL-9)