JAKARTA--MICOM: Ketua (Plh) DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Syaiful Hidayat mengatakan besarnya dana yang dikeluarkan untuk persiapan menghadapi Pemilu Kada DKI Jakarta merupakan dampak langsung dari praktik demokrasi liberal. Besar-kecilnya, kata Djarot, sesuai dengan kebijakan masing-masing partai yang mengusung calon.
"Makanya banyak yang mengeluarkan dana yang sangat besar untuk kampanye, untuk promosi calon dan lainnya," kata Djarot, di Jakarta, Minggu (5/2).
Lebih lanjut, ia mengatakan besaran dana yang dikeluarkan berpotensi lebih besar dari hasil survei yang ada.
Sebelumnya, sebuah survei dari Puskaptis menyebutkan satu calon untuk pencitraan butuh Rp75-Rp100 miliar. Jumlah ini bisa kurang tergantung popularitas calon
"Menurut saya bisa lebih dari itu. Tapi untuk tahap awal, kami kuatkan dulu sosok calon di internal kami melalui struktur yang ada hingga tahap ranting. Selain itu kami andalkan mesin partai untuk bekerja," tandasnya.
Ia pun menambahkan besar-kecilnya dana pencitraan tergantung pada waktu pencalonan hingga masa pemilihan. Djarot mengucapkan pihaknya optimistis dapat memperkenalkan calonnya kendati waktu yang ada tidak banyak. PDIP sendiri baru akan mengumumkan calon-calon yang diusungnya minimal akhir bulan Februari 2012.
"Waktunya cukup, saya yakin partai dapat mengatur waktu dan upaya yang dilakukan," ucapnya.
Pada kesempatan yang lain, Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon mengatakan besarnya dana pencitraan yang disebutkan survei tersebut tergantung dari strategi yang digunakan sebuah partai.
Lebih lanjut, Effendi menilai besar kecilnya dana tersebut juga berkaitan dengan dugaan praktik
money politic dalam pemilihan.
"Ya kalau misalnya dihitung dari para pemilih yang dibayar, ya jelas besar. Tapi saya yakin PDIP di tingkat DPD tidak seperti itu," tegasnya. (NY/OL-10)