PADA saat Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) risau karena popularitas partainya terus menurun, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum malah asyik
nge-tweet.
Kerisauan SBY tebersit dalam konferensi pers seusai bertemu sejumlah pendiri dan deklarator Partai Demokrat di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, kemarin. Pertemuan selama 1 jam yang dimulai pukul 15.00 WIB itu membahas korupsi yang membelit kader. Hadir antara lain Ventje Rumangkang dan Sutan Bhatoegana.
SBY menyadari bahwa kasus korupsi yang membelit sejumlah elite Demokrat telah menyebabkan popularitas partai itu merosot. Realitas itu, kata SBY, merupakan suatu hal yang tak bisa diingkari.
Dua lembaga survei menyebut popularitas Demokrat saat ini merosot tajam. Hanya dalam tempo delapan bulan hingga Januari, menurut Lembaga Survei Indonesia, elektabilitas Demokrat melorot 7% sehingga tinggal 14%. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia juga menyebutkan bahwa elektabilitas Demokrat saat ini cuma 13,7%.
Popularitas Demokrat yang terus merosot itulah yang mendorong internal partai mendesak Anas mundur dari jabatan ketua umum. Usulan itu ditolak SBY. Walau enggan menonaktifkan Anas, SBY berharap ketua umum dan jajaran partai lainnya tidak pasif, tidak tiarap.
SBY mengatakan Anas telah memberikan bantahan bahwa dirinya terlibat dalam dugaan kasus suap dan politik uang. "Saya pegang teguh pernyataan dan kata-kata itu, kecuali KPK berkata lain," kata SBY.
Vitamin pahit
Nama Anas disebut-sebut terkait dengan korupsi Wisma Atlet yang saat ini disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Demokrat.
Selain Anas, nama lain yang disebut ialah Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh, Menpora Andi Mallarangeng, anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Mirwan Amir, dan anggota Fraksi PDIP DPR I Wayan Koster.
Sejauh ini KPK baru menetapkan Angelina sebagai tersangka dan mengenakan status cekal bagi Wayan Koster.
Anas tidak hadir dalam pertemuan di kediaman SBY karena kemarin ia berkunjung ke Keluarga Besar Pelajar Islam (PII) Yogyakarta atas undangan Soetrisno Bachir, mantan Ketua Umum PAN. Pada saat SBY menggelar konferensi pers, Anas malah asyik
nge-tweet.
Salah satunya ialah membalas
tweet seorang
follower-nya bernama Andini Aziz.
Follower itu yakin Anas tidak bersalah. '@AndiniAziz69, fitnah dan serangan adalah vitamin pahit untuk jaga kesehatan. Salam berkah akhir pekan', tulis Anas pada akun @anasurbaningrum.
Pada saat Anas bebas melenggang, Dewan Kehormatan Partai Demokrat memecat Angelina Sondakh dari jabatan wakil sekjen terhitung sejak Sabtu (4/2) malam. (Yoi/AU/*/X-3)