Finansial
Bank Syariah Diimbau Perhatikan Substansi Produk
Senin, 06 Februari 2012 18:45 WIB     
komentar
0 Like Dislike 1

Bank Syariah Diimbau Perhatikan Substansi Produk
ANTARA/Reno Esnir/ip
JAKARTA--MICOM: Bank Indonesia (BI) mengimbau perbankan syariah agar mempertimbangkan substansi syariah saat menghadirkan produk kepada masyarakat.

"Seharusnya dalam meluncurkan produk, perbankan syariah tidak hanya berdasarkan aturan syariah, namun perlu juga mempertimbangkan apakah produk tersebut betul-betul sesuai dengan substasi yang sesuai dengan ekonomi syariah," kata Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya Effendi Siregar pada seminar perbankan Syariah di Jakarta, Senin (6/2).

Contoh produk perbankan syariah yang disoroti oleh BI misalnya adalah gadai emas. Nasabah tidak pernah memperoleh informasi yang jelas mengenai adanya penambahan dana saat harga emas bergerak naik, padahal kondisi itu membuat pihak ketiga meminta dana tambahan dari nasabah.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka BI berencana untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai gadai emas. "Surat edaran Bank Indonesia tentang gadai emas akan dikeluarkan pada pekan ini," kata Mulya tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai isi surat edaran tersebut.

Namun ia menilai bahwa bank syariah memiliki potensi untuk terus berkembang di Indonesia, termasuk saat terjadi krisis ekonomi.

"Perbankan syariah memiliki keunikan layanan yaitu berfokus pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), UMKM terbukti bertahan pada krisis 1998 dan 2008 dan bank syariah lebih banyak melayani UMKM, artinya bank syariah juga berpotensi untuk terus tumbuh di Indonesia," tambah Mulya. (Ant/OL-2)







Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 18:12 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 16:16 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 14:57 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 13:29 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 21:00 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 17:25 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 17:06 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 14:44 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 11:21 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 10:39 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 02:20 WIB


   Index Berita