Ekonomi
Kajian Pembatasan BBM Bersubsidi Segera Rampung
Penulis : Andreas Timoty
Senin, 06 Februari 2012 19:33 WIB     
komentar
0 Like Dislike 1

JAKARTA--MICOM: Pemerintah menyatakan kajian konsorsium perguruan tinggi terkait rencana pengaturan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan rampung pertangahan Februari ini.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo mengungkapkan, tim konsorsium yang terdiri atas Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran dan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) saat ini telah bekerja selama satu minggu. Tim tersebut masih memerlukan waktu kurang lebih satu minggu lagi sebelum menelurkan hasil kajian.

"Mereka sedang bekerja keras. Karena ini baru seminggu dan akan kami lanjutkan seminggu lagi. Mudah-mudahan dua mingggu lah kira-kira selesai. Pertengahan Februari," ujar Evita di Jakarta, Senin (6/2).

Menurut dia, tim mengkaji opsi-opsi seperti yang diminta oleh Komisi VII DPR pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) terakhir pada 31 Januari lalu, yaitu apakah pembatasan pembatasan akan dilakukan dengan cara pengendalian pembatasan volume atau konsumsi BBM bersubsidi, konversi BBM ke BBG, atau opsi lainnya. Salah satunya usulan pengurangan subsidi terhadap premium.

"Satu lagi opsi lain, yaitu apakah subsidi premium dikurangi atau harganya jadi floating (mengambang). Itu masih dikaji," terangnya.

Meski demikian, kajian yang sedang dilakukan oleh tim konsorsium perguruan tinggi kali ini bentuknya agak berbeda dengan kajian yang dilakukan oleh tim konsorsium sebelumnya dipimpin oleh Anggito Abimanyu. "Kajian yang saat ini berbeda dengan kajian Pak Anggito sebelumnya, kalau dulu tanpa gas sekarang ada konversi BBM ke gas," jelasnya. (Atp/OL-2)

Share |

Advertisement
Advertisement