JAKARTA--MICOM: Meski Instalasi Hemodialisa (cuci darah) di Gedung CMU I Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lantai 8 terbakar pada Senin (6/2) pagi, tapi Pemprov DKI memastikan pelayanan cuci darah bagi warga Jakarta.
Peserta kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin), dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak terhenti. Terkait kasus kebakaran itu, Pemprov DKI mengirim seluruh pasien cuci darah dari RSCM dialihkan ke dua rumah sakit swasta yaitu RS Rawamangun dan RS Harapan Jayakarta untuk tetap mendapatkan pelayanan cuci darah secara maskimal
Hal itu ditegaskan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jamkesda Dinas Kesehatan DKI, Yuditha, di Jakarta, Senin (6/2). Yuditha membenarkan masalah pengalihan pasien itu. Pihaknya telah menerima informasi dari RSCM tentang penghentian sementara waktu pelayanan cuci darah di Instalasi Hemodialisa akibat kebakaran Senin pagi. Penghentian itu dilakukan sementara, karena satu tempat tidur pasien, dua buah alat cuci darah, dan tiga buah alat pendingin (air conditioner) terbakar. Sehingga tidak mampu memberikan pelayanan kepada pasien yang sudah mendaftar di RSCM.
"Saya sudah mendapat informasinya pada Senin pukul 10 pagi tadi, kalau pelayanan cuci darah di Instalasi Hemodialisa dihentikan untuk sementara, karena alat cuci darah terbakar. Alhamdullilah, pasien-pasien cuci darah warga DKI dan memiliki kartu JPK-Gakin atau SKTM atau Jamkesda tidak akan terhenti pelayanan akibat musibah ini," kata Yuditha.
Berkat kerja sama dengan RSCM, lanjutnya, pasien cuci darah telah dialihkan kedua rumah sakit swasta yang punya kelengkapan alat cuci darah yakni RS Rawamangun dan RS Harapan Jayakarta. Saat ini, seluruh pasien sudah ditangani di dua rumah sakit tersebut dengan tetap diberikan pelayanan kesehatan secara maksimal, kendati mereka berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu.
"Artinya, meski terjadi musibah ini, bukan berarti kami menelantarkan pasien cuci darah. Sebab, Pemprov DKI berkomitmen tetap akan membuka akses pelayanan kesehatan seluas-luasnya bagi warga Jakarta. Jadi pelayanan cuci darah tetap akan berjalan seperti biasa dan tidak terganggu sama sekali, hanya saja tempat cuci darahnya berbeda," ujarnya. (Ssr/OL-2)