PEKANBARU--MICOM:Tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Riau menyatakan Pulau Padang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tidak akan tenggelam karena pembukaan hutan tanaman industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
"Malah dengan keberadaan HTI akan menjamin tata kelola air atau
eco hydro pada lahan gambut di Pulau Padang," kata Guru Besar Hidrologi dan Fisika Tanah IPB Prof Budi Indra Setiawan dalam rapat antara Komisi IV DPR RI dan Gubernur Riau untuk menyelesaikan konflik lahan Pulau Padang.
Menurutnya, perusahaan HTI di Pulau Padang akan mengatur air tanah pada lahan gambut sehingga tingginya sama dengan permukaan air laut. "Pengaturan Ini dilakukan dengan pembuatan kanal-kanal yang mengikuti kontur lahan gambut di Pulau Padang. Sedangkan kanal-kanal yang dibuat para perambah cenderung memotong kontur lahan gambut," katanya.
Budi menyampaikan hasil penelitian itu atas permintaan Ketua Komisi IV DPR RI Firman Subagyo. Menurut Firman, ancaman tenggelamannya Pulau Padang termasuk salah satu isu sentral yang dihembuskan sebagian kecil masyarakat yang menolak keberadaan HTI di daerah tersebut.
"Dengan penjelesan ini, seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan hasil penelitian sebelumnya yang mengklaim Pulau Padang akan tenggelam dengan pembukaan HTI," jelas Firman.
Meskipun begitu, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ian Siagian menyatakan penelitian tersebut harus didiskusikan dan lebih diperdalam lagi. "Saya usulkan soal penelitian ini masuk dalam pembahasan Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi IV di Jakarta nanti," ujarnya. (BG/OL-01)