Kalimantan
Rusia Bangun Rel KA di Kaltim Senilai Rp16 Triliun
Penulis : Syahrul Karim
Rabu, 08 Februari 2012 06:30 WIB     
komentar
1 Like Dislike 1

Rusia Bangun Rel KA di Kaltim Senilai Rp16 Triliun
Railway--Reuters/Dwi Oblo/cs
BALIKPAPAPAN--MICOM: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akhirnya melakukan penandatanganan dengan PT Kalimantan Rail PTE Ltd tentang pembangunan transportasi perkeretaapian khsusus pengangkutan batu bara. PT Kalimantan Rail yang didanai investor asal Rusia tersebut menanamkan investasinya sebesar US$1,8 miliar atau setara Rp16 trilliun.

"Penandatanganan MoU ini dilakukan di Jakarta yang juga dihadiri Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Kepala BKPM Fuad Rahmany, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, serta Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak," kata Kepala Badan Perizinanan dan Penanaman Modal Daerah HM Yadi Sabianoor, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (7/2).

Yadi mengatakan, dengan adanya penanandatangan MoU ini, dipastikan kegiatan operasional pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Kutai Barat-Balikpapan sepanjang 160 Km dan Kaltim-Kalteng sepanjang 90 Km segera dimulai.

Pembangunan rel kereta api ini tidak hanya untuk angkutan batu bara saja, tetapi mampu membuka daerah terisolasi. Sebab, Rusia juga akan membangun kabel-kabel jaringan telekomunikasi di sepanjang lintasan rel tersebut.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja cukup banyak lantaran pada pelaksanaan pembangunan maupun pemanfaatannya akan banyak kerja sama dengan perusahaan-perusahan lainnya.

"Mereka (Rusia) akan mengurus perizinan dan melakukan pembebasan lahan. Pada 2013 mendatang pembangunan konstruksi sudah dimulai," ujarnya.

Ia mengungkapkan pada 2012 ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menargetkan nilai investasi sebesar Rp30 trilliun. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp28 triliun.

Selain investasi dari Kalimantan Rail PTE Ltd senilai Rp16 T, target investasi lain berasal dari perluasan kilang minyak di Desa Api Api Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, senilai Rp4 trilliun dan pembukaan pencetakan swah melalui program, Rice Estate, senilai Rp9 triliun.

"Reaslisasi investasi di awal tahun kecil, dan biasanya dilakukan penghitungan per triwulan. Kita harapkan target Rp30 triliun di tahun 2012 dapat tercapai," ujarnya.

Kerja sama ini muncul ketika delegasi Kaltim mengikuti Marketing Investasi Indonesia (MII-2011) di Moskow, Rusia, dalam acara pertemuan forum bisnis yang diprakarsai Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Saat pertemuan itulah dilakukan pembicaraan bersama oleh Russia Railway, berkenaan akan dibangunnya rel kereta api angkutan khusus batu bara di Pulau Kalimantan. (SY/OL-10)

Share |

Advertisement
Advertisement