Pesut Dan Lumba-Lumba Punggung Bengkok Ditemukan di Kalbar
Penulis : Siswantini Suryandari
Selasa, 07 Februari 2012 19:26 WIB     
komentar
2 Like Dislike 0

 Pesut Dan Lumba Lumba Punggung Bengkok Ditemukan di Kalbar
ANTARA/ip
JAKARTA--MICOM: Tim survei WWF Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak berhasil menemukan populasi pesut orcaella brevirostris di perairan Kubu Raya dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Selain pesut orcaella brevirostris, tim juga menemukan satu kelompok lumba-lumba putih atau lumba-lumba punggung bungkuk Sousa chinensis di perairan tersebut.

Menurut Albertus Tjiu, ahli konservasi satwa WWF Indonesia temuan itu mengindikasikan keragaman hayati ekosistem air tawar/payau yang tinggi di perairan sebelah barat Pulau Kalimantan itu.

"Keberadaan pesut di kawasan perairan tersebut belum pernah diketahui sebelumnya, sehingga studi awal ini merupakan langkah menggembirakan," kata Albertus dalam keterangan persnya, Selasa (7/2).

Temuan tersebut, menurut Albert, mengindikasikan pentingnya peningkatan upaya perlindungan habitat satwa air tersebut baik di hulu maupun hilir. "Termasuk hutan bakau dan nipah di selat-selat sempit di perairan Pulau Kalimantan."

Albertus menambahkan, ancaman utama populasi perairan pesut di perairan Kubu Raya dan Kayong Utara di antaranya adalah konversi hutan mangrove yang ada di perairan telah dijadikan bahan baku industri arang.

Degradasi habitat hutan di sekitar perairan digunakan untuk bahan baku bubur kertas (pulp) komersial. Selain itu aktivitas lalu lintas air yang tinggi bisa menimbulkan stres bagi satwa tersebut. "Sejumlah sungai ditemukan sudah mulai tercemar," lanjut Albertus.

Kepala Seksi Konservasi dan Pemanfaatan BPSPL, Kris Handoko menambahkan, BPSPL Pontianak mendukung dilakukannya kajian lebih lanjut mengenai spesies pesut tersebut.

"Kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk terlaksananya monitoring dan program konservasi mamalia unik ini," kata Kris.

Ada dua spesies pesut di dunia yaitu Orcaella brevirostris dan Orcaella heinsohni. Untuk spesies pesut yang hidup di perairan Indonesia umumnya berasal dari keluarga Orcaella brevirostris. Diperkirakan populasi tertinggi pesut terdapat di perairan hutan bakau Sundabarn, Bangladesh dan India.

Di kedua negara itu diperkirakan populasinya mencapai 6.000 ekor. Populasi lainnya terdapat di Sungai Mekong Kamboja, Sungai Ayeyawardi Myanmar, dan Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Ketiga lokasi ini dikategorikan memiliki populasi paling kritis. Sedangkan tempat lainnya dikategorikan memiliki populasi rentan. (Nda/OL-3)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Kamis, 24 Mei 2012 23:10 WIB
Minggu, 20 Mei 2012 14:13 WIB
Kamis, 24 November 2011 23:06 WIB
Kamis, 24 November 2011 05:59 WIB
Kamis, 24 November 2011 05:34 WIB
Kamis, 24 November 2011 04:40 WIB
Kamis, 24 November 2011 02:14 WIB
Selasa, 22 November 2011 20:02 WIB
Selasa, 22 November 2011 19:53 WIB
Selasa, 22 November 2011 13:44 WIB
Selasa, 22 November 2011 09:44 WIB
Selasa, 22 November 2011 08:37 WIB


   Index Berita