Ekonomi
Pengembangan Food Estate Terkendala Infrastruktur
Penulis : Ayomi Amindoni
Rabu, 08 Februari 2012 02:40 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Pengembangan kawasan pangan skala luas atau food estate dimaksudkan untuk menjaga ketahanan pangan dari serangan krisis global yang sedang mengguncang dunia dan perubahan iklim.

Namun demikian, perkembangannya terbentur masalah infrastruktur. Demikian dikemukakan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat usai Jakarta Food Security Summit di JCC, Jakarta, Selasa (7/2).

Pemerintah kini tengah mengembangkan program food estate atau produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam suatu kawasan lahan yang sangat luas di Merauke.

Merauke dinilai menjadi tempat yang cocok untuk food estate karena memiliki cadangan lahan pertanian 2,49 juta hektare.

Namun sayang, dalam perjalanannya pengembangan food estate menemui kendala, terutama dalam hal infrastruktur.

Dari itu, ia mengusulkan agar hal tersebut disikapi dengan pemberian insentif selain tax holiday yang sudah ditetapkan bagi perusahaan yang hendak berinvestasi di remote area tersebut.

"Misalnya, perusahaan yang akan membangun perusahaan di sana beserta pelabuhan dianggap sebagai investasi, termasuk pembangunan jaringan listrik. Setelah waktunya habis, lalu diserahkan kepada negara," jelas Hidayat. (AI/OL-5)

Share |

Advertisement
Advertisement