JAKARTA--MICOM: Pemerintah sedang berkoordinasi untuk memutuskan percepatan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012. Saat ini proses dokumentasi dan pembahasan dampak dari segala asumsi utama kepada postur APBN sedang dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di Jakarta, Rabu (8/2). "Sekarang sedang dalam proses untuk dokumentasinya, proses pembahasannya, melihat segala impact-nya dari segala asumsi utamanya kepada postur sejauh mana," katanya.
Jika dirasa perlu percepatan, pembahasan APBN-P harus dilakukan segera mungkin. Namun Anny belum bisa memastikan bulan tepatnya pembahasan APBN-P tersebut dilakukan. "Saya juga tidak bisa jawab apakah Maret, apakah April. Tapi intinya tidak boleh terlambat karena kalau perlu segera perubahan dilakukan," ujarnya.
Menurut Anny, dengan situasi harga minyak mentah yang sudah berubah, mungkin saja dilakukan pembahasan percepatan APBN-P. Ia menambahkan bahwa dalam pembahasan APBN-P pemerintah juga melihat kemungkinan penghematan berdasarkan realisasi belanja yang tidak terserap pada masing-masing kementerian dan lembaga (K/L) tahun lalu.
"Kita akan konsentrasi di belanja barang dengan melihat database disbursement di masing-masing K/L tahun lalu seperti apa, kemudian mereka alokasikan posturnya," tuturnya.
Bahkan jika ada belanja terkait sosialisasi dan perjalanan dinas yang terlalu besar, bisa langsung dikurangi, lalu direalokasikan. Namun realokasi yang lintas program harus melalui pembahasan dengan DPR. (ML/OL-04)