Ekonomi
Mendesak Pembenahan Rantai Pasok Pangan
Kamis, 09 Februari 2012 01:00 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Pemerintah Indonesia sebaiknya mulai memperbaiki rantai pasok pangan, yang sampai sekarang masih buruk, dengan membangun lebih banyak pasar induk, kata Prof Thomas Reardon dari Departemen Ekonomi Pertanian Universitas Michigan, Amerika Serikat.

Saat berbicara di Jakarta Food Security Summit, Rabu (8/2), dia mengatakan bahwa rantai pasok pangan yang baik sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan.

"Rantai pasok di sini masih berada di antara yang terburuk. Pasar induknya juga buruk, dibandingkan dengan tempat lain di sini lebih kotor, tidak tertata dan mahal. Ini harus segera diperbaiki," kata Reardon, yang mengaku sudah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia.

Jumlah pasar induk di daerah-daerah yang ada di Indonesia, katanya, juga masih sangat sedikit, jauh lebih sedikit dari yang dia lihat di China dan negara Asia lain.

Padahal, menurut dia, keberadaan pasar induk di daerah akan mengurangi ongkos distribusi pangan sehingga harga kelompok komoditas pokok tersebut bisa lebih rendah.

Pembangunan pasar induk di berbagai daerah, termasuk yang ada di pedalaman, juga memberikan lebih banyak keuntungan bagi petani.

"Petani bisa menjangkau lebih banyak pembeli dan memperoleh pendapatan lebih dengan menjual hasil pertanian ke pasar induk yang dekat daripada menjualnya ke pedagang perantara dulu," kata dia.

Menurut dia, pasar-pasar induk harus dibangun dengan kapasitas cukup besar dan dilengkapi jalinan "rantai dingin" sampai ke pasar. Selain itu, kata dia, harus tersedia gudang berkualitas yang bisa dimanfaatkan pedagang grosir menyimpan bahan pangan tertentu.

"Dan tentunya harus didukung dengan ketersediaan listrik. Sebab saya lihat di beberapa daerah pedalaman pasokan listrik rendah dan tidak stabil," katanya.

Ia menambahkan, tanpa pasokan listrik yang cukup dan stabil pelaku usaha harus menyediakan pembangkit listrik sendiri, yang tentu akan menambah ongkos produksi dan akhirnya mempengaruhi penetapan harga.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah bisa menyerahkan pembangunan pasar-pasar induk di daerah pada sektor swasta seperti di China. "Tapi mereka memberikan subsidi pada swasta dan kadang memberikan bantuan. Jadi ada kemitraan antara pemerintah dengan sektor swasta," katanya.

Kebijakan semacam itu, ia menjelaskan, akan membuka peluang investasi baru bagi sektor swasta. "Mereka bisa menanamkan modal dalam jumlah besar untuk membangun pasar induk, dengan fasilitas pengolahan, ruang penyimpanan dingin, gudang, sampai jaringan pasar swalayan," katanya.

Pemerintah, ia menjelaskan, hanya perlu mendukung investasi sektor swasta dengan menjamin pasokan listrik dan membangun infrastruktur jalan yang memadai supaya biaya transportasi pangan bisa ditekan seminimal mungkin. (Ant/OL-2)

Share |

Advertisement
Advertisement