News
Kerusuhan Meluas di Maladewa
Kamis, 09 Februari 2012 09:45 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

INDIA--MICOM: Pemrotes yang marah di sedikitnya empat pulau di seluruh kepulauan Maladewa menyerang kantor polisi dan membakar gedung pemerintah Rabu (8/2), kata beberapa pejabat.

Abdulla Sodig, Wali Kota Addu, mengatakan satu kantor polisi telah diserbu dan dua lagi dikepung dalam laporan kerusuhan yang dikonfirmasi telah menyebar ke luar ibu kota negeri itu, Male, setelah Mohamed Nasheed meletakkan jabatan presiden.

"Satu kantor (polisi) diserbu dan terjadi bentrokan. Polisi dipaksa meninggalkan gedung. Dua lagi (kantor polisi) dikepung oleh pemrotes," kata Sodig melalui telefon dari Addu, pulau karang yang terletak paling selatan di kepulauan Maladewa.

Mohamed Shareef, politikus senior dari partai MDP, mengatakan satu kumpulan yang terdiri atas 1.000 orang telah menjarah satu kantor polisi dan membakar satu gedung pengadilan serta satu kantor dewan. "Orang merasa tak ada pemerintah mesti berfungsi di sini, orang tahu apa yang terjadi di Male dan mereka prihatin sebab militer akan keluar dan membunuh orang."

Ia mengatakan warga yang marah telah berkumpul mulanya di daerah pelabuhan di Thinadhoo, juga di sebelah selatan ibu kota, dan meminta polisi menyerah.

Di pusat Dhidhdhoo di bagian utara negeri itu, kanselir setempat Yoosuf Siraf mengatakan, Kamis (9/2) pagi, 1.000 orang telah mengepung kantor polisi lokal, tempat personel polisi telah menyerah secara damai. Ia menyatakan penduduk juga telah mengambil-alih satu kantor polisi di pulau Ihavandhoo, yang berdekatan.

"Apa yang kami saksikan kemarin, kami takkan mentolerir semua ini. Rakyat percaya pemerintah yang kini berkuasa tidak konstitusioanl," ia menjelaskan.

Pada Selasa (7/2), presiden yang pertama terpilih secara demokratis di Maladewa meletakkan jabatan, setelah pemberontakan oleh polisi di ibu kota negeri tersebut.

Ia mengatakan itu adalah kudeta tak berdarah dan ia dipaksa meletakkan jabatan oleh perwira polisi dan militer yang memberontak serta mengancam akan melakukan kerusuhan kalau ia tak meletakkan jabatan presiden.

Wakil Presiden Mohamed Waheed, yang berasal dari partai yang berbeda diambil sumpahnya beberapa jam kemudian sebagai presiden baru di negara yang terkenal sebagai objek pariwisata. Maladewa adalah kumpulan lebih dari 1.000 pulau di lepas pantai India dan Sri Lanka. (Ant/sa/X-12)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 11:32 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:26 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 10:32 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 07:39 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 06:30 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 05:45 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 22:19 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 22:11 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 13:26 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 10:18 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 09:57 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 09:39 WIB


   Index Berita