Sumatera
Polisi Malaysia Aniaya Nelayan Karimun
Jumat, 10 Februari 2012 06:11 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

KARIMUN--MICOM: Julianto, nelayan warga RT 03 RW 01, Rangam, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, hingga kini masih terbaring di rumahnya setelah dianiaya Polisi Perairan Diraja Malaysia, Selasa (7/2) lalu.

"Sampai saat ini seluruh tubuh saya masih sakit setelah dipukuli dua petugas 'Marine Police' (Polisi Perairan) Malaysia," ucapnya, Kamis (9/2).

Julianto menuturkan lebih kurang sekitar dua jam dirinya dipukuli oleh dua oknum petugas polisi perairan itu.

"Sebelum dipukuli, saya dengan dua orang anak buah kapal (ABK) lainnya disuruh buka baju, kemudian dua ABK itu disuruh menghadap haluan kapal membelakangi saya. Selanjutnya dua orang oknum yang bertubuh besar dengan leluasa memukuli saya," tuturnya.

Dia memaparkan walau dirinya sudah berusaha minta ampun, namun kedua oknum yang mengenakan celana dan baju ketat warna hitam itu tetap saja memukuli sekujur tubuhnya sampai dirinya betul-betul tidak berdaya.

"Mulai dari kepala hingga ke pinggang saya, tak henti-henti menjadi sasaran kaki dan tangan mereka," paparnya.

Setelah kedua oknum itu puas memukuli dirinya, kata dia, baru mereka bertiga dilepas, itupun karena oknum itu tidak menjumpai ikan hasil tangkapan dikapalnya yang dapat dijadikan barang bukti.

"Kalau ada ikan mungkin kejadiannya akan lain, karena mereka bilang kami tidak dapat ditarik ke Malaysia, karena tidak ada bukti. Meski demikian saat mereka hendak melepaskan kami, mereka mengancam akan menembak kami, bila masih menjumpai kami menangkap ikan di perairan Out Port Limited (OPL)," katanya. (Ant/OL-04)    

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 14:02 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 13:34 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:12 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 10:00 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 09:53 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 09:37 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 09:22 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 07:21 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:52 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:34 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:20 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 23:20 WIB


   Index Berita