JAKARTA--MICOM: Operator tol Kanci-Pejagan menyatakan kesiapannya untuk memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) ruas tol tersebut, sebelum pemerintah menaikkan tarifnya tahun ini.
"Manajemen masih berproses dengan BPJT untuk dapat memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). Kami siap dan akan berupaya dengan optimal," kata Direktur Utama PT Semesta Marga Raya (SMR) Harya M Hidayat saat dihubungi di Jakarta, Minggu (12/2).
PT SMR adalah pemegang konsesi jalan tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 kilometer dan merupakan anak usaha PT Bakrie Toll Road (BTR). Menurut Harya, saat ini ada beberapa titik jalan yang sedang dilakukan perbaikan, seperti jalan berlubang dan pagar yang bolong.
"Pagar jalan tol kami seringkali dijadikan objek diambil orang tanpa izin (dicuri) atau dirusak bahkan karena suatu dan lain hal," katanya.
Dia juga berharap perbaikan ini dalam waktu dekat sudah bisa terpenuhi, sehingga penyesuaian tarif segera dilakukan oleh pemerintah. "Target kami dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya tanpa bersedia merinci kapan target waktu yang diinginkan pada tahun ini.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazaly mengatakan, tahun ini pemerintah akan menaikkan tarif tol terhadap enam ruas tahun ini, 10-12 persen. Keenam ruas tol yang akan disesuaikan tarifnya sedang dilakukan
evaluasi SPM terlebih dahulu sebelum dinaikkan.
Bila dinilai belum memenuhi, pemerintah akan menunda sampai SPM tersebut benar-benar terpenuhi.
Gani menyebut, salah satu ruas jalan tol yang kenaikan tarifnya diundur karena permasalahan SPM yang belum terpenuhi adalah tol Kanci-Pejagan.
Menurut dia,seharusnya tarif ruas tol sudah dinaikkan pada 26 Januari 2012, tepat dua tahun setelah tol tersebut dioperasikan. Namun, katanya, karena jalannya masih ada yang berlubang, pemerintah memundurkan jadwal kenaikan tarif sampai batas yang tidak ditentukan. (Ant/OL-2)