Rusdi Kirana--AP/Aaron Favila/cs
SINGAPURA--MICOM: PT Lion Mentari Air memfinalisasi pesanan pembelian 201 unit Boeing 737 MAX dan 18 unit Boeing 737-900ER yang merupakan kelanjutan dari perjanjian yang disepakati November lalu di Bali.
Pengiriman 230 unit Boeing tersebut akan dimulai pada 2017 sampai selesai pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana di Singapore Airshow 2012, Selasa (14/2).
"Ini firm memastikan perjanjian yang kita tanda tangani waktu ada Obama (Presiden AS Barack Obama). Sekarang dokumennya sudah dilengkapi," katanya.
Rusdi menyebutkan pembelian pesawat dengan total nilai mencapai US$ 22,4 miliar didukung dengan pembiayaan dari US Exim Bank dengan porsi 60% dan sisanya berasal dari bank asing, seperti BNP Paribas dan BVB serta pemerintah Kanada dan Prancis.
"Jadi sistemnya kita beli sama Boeing, kita pinjam uang sama bank, uangnya buat bayar pesawat. Tenornya 10-12 tahun per pesawat," jelasnya.
Ia melanjutkan, Indonesia merupakan negara yang masih terbuka besar pasar penerbangannya. Dengan armada yang dimiliki saat ini sekitar 69 unit, Lion Air masih belum cukup memenuhi kebutuhan penerbangan di dalam negri.
"Pada saat waktunya nanti, tidak akan cukup dengan pesawat yang ada. Apalagi dengan Open Sky 2015, kita memerlukan pesawat yang mampu menjelajahi tempat lebih banyak," ungkap Rusdi.
Lion Air sendiri menargetkan peningkatan pangsa pasar penerbangan
low cost carrier dari sekitar 51% pada saat ini menjadi 60% dalam 1-2 tahun mendatang.
Sampai dengan 10-20 tahun ke depan, Lion Air ingin meningkatkan armadanya hingga mencapai 480 pesawat. "Kita harapkan 60% dalam 1-2 tahun akan datang. Sekarang kita 47-51%," katanya. (ML/OL-9)