HABIS sudah tenggat ultimatum Dewan Kehormatan kepada DPP Partai Demokrat untuk memecat Angelina Sondakh. Ultimatum itu dicueki. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum malah ke Lampung.
Kedatangan Anas ke Lampung dalam rangka menjadi saksi pernikahan Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Dendi R Kaligis dan Nanda Indira Bastian. Padahal, kemarin itulah batas akhir ultimatum Dewan Kehormatan agar Anas meneken surat pemecatan Angie, begitu Angelina Sondakh disapa, tersangka korupsi Wisma Atlet. Ultimatum itu tidak kunjung di indahkan Anas.
Angie di tetap kan KPK sebagai tersangka korupsi pada 3 Februari dan keesokan harinya, Dewan Kehormatan mengeluarkan rekomendasi pemecatan Angie dari jabatan wakil sekjen. Surat rekomendasi tersebut diteken Amir Syamsuddin yang ketika itu masih menjabat Sekretaris Dewan Kehormatan. Rekomendasi Dewan Kehormatan untuk memecat Angie baru berlaku setelah ditindaklanjuti DPP Partai Demokrat.
Anas tak kunjung menggelar rapat DPP untuk memecat Angie. Rapat yang sedianya 14 Februari batal digelar karena Anas tidak hadir. Padahal, pada 11 Februari, TB Silalahi yang menggantikan posisi Amir sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan mengeluarkan ultimatum. "Kita beri tempo tujuh hari. Kalau tidak ada tindak lanjut, kita berhak juga memanggil DPP, kenapa belum dilaksanakan," tukasnya. Tempo tujuh hari itu berakhir kemarin.
Tidak kondusif
Pengabaian ultimatum Dewan Kehormatan oleh Anas itu memicu keresahan di kalangan DPP. "Secara etika (rekomendasi Dewan Kehormatan) itu tinggal dilaksanakan saja," tukas Wakil Sekjen Ramadan Pohan.
Ketua DPP Sutan Bhatoegana juga menyayangkan sikap pemimpin partai yang tidak menjalankan rekomendasi Dewan Kehormatan. "Semestinya semua sistem di partai bisa berjalan agar tidak ada sumbatan yang bikin sistem itu macet," tandasnya.
Sutan bahkan mengakui suasana dalam tubuh partai sudah tidak kondusif karena DPP, DPD, dan DPC seperti bermain tanpa aturan, main lempar dan tuding sana-sini.
Ketua Kominfo DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul memastikan rekomendasi Dewan Kehormatan belum dilaksanakan karena kesibukan Anas. Kunci pemecatan Anggie dari Partai Demokrat, kata Ruhut, ada di tangan Anas. Ia menyayangkan Anas tidak memecat Anggie dengan segera. "Anas harus segera memecat Anggie karena itu berhubungan dengan partai. Citra partai harus kita selamatkan. Saya tidak mengetahui mengapa hingga saat ini Anas tidak memecat Anggie," tukasnya.
Saat ditanya sanksi yang dijatuhkan kepada Angie, Anas tidak tegas menjawab. Ia menjelaskan Partai Demokrat memiliki mekanisme dalam pemberian sanksi terhadap kadernya yang bermasalah. "Kita tunggu saja."
Wakil Sekjen Saan Mustofa berkilah, Angie belum dinonaktifkan karena DPP kesulitan menentukan jadwal rapat akibat kesibukan pengurus. Namun, Saan tidak menyebutkan alasan kesibukan Anas yang asyik menikmati durian. (NV/*/X-3)