Mantan Presiden Jerman Terancam Tiga Tahun Penjara
Minggu, 19 Februari 2012 00:00 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

MANTAN Presiden Jerman Christian Wulff terancam hukuman tiga tahun penjara atau denda jika tuduhan korupsi dan gratifikasi yang disangkakan padanya terbukti. Jaksa penuntut telah mengajukan usulan pencabutan kekebalan hukum terhadap Wulff kepada parlemen federal, Bundestag, Kamis (16/2).

Wulff, 52, mengundurkan diri Jumat (17/2) sehari setelah usulan tersebut disampaikan jaksa penuntut Negara Bagian Lower Saxony. Itu adalah pertama kalinya dalam sejarah negeri itu jaksa penuntut mengajukan pencabutan kekebalan hukum seorang presiden. Presiden termuda dalam sejarah Jerman, Wulff, menjadi presiden pada usia 51, itu diduga terlibat dalam skandal kredit pembelian rumah saat dirinya menjadi gubernur di Negara Bagian Lower-Saxony (2003-2010).

Kanselir Jerman Angela Merkel yang terpaksa membatalkan kunjungannya ke Italia untuk menerima pengunduran diri presidennya itu mengatakan menerima pengunduran diri Wulff dengan penuh penyesalan.

"Selama bertugas, Christian Wulff sangat berjasa dalam menciptakan Jerman yang modern dan terbuka," ujarnya di kantor kanselir. "Dia menjadi pengingat bagi kita bahwa kekuatan negeri ini terletak pada keberagaman."

Saat menjabat, Wulff telah mengeluarkan pernyataan yang dinilai sangat kontroversial. Saat itu dia mengatakan bahwa Islam merupakan bagian dari negeri Bavaria itu.

Kendati demikian, Merkel menegaskan bahwa keputusan Wulff mengundurkan diri menjelang penyelidikan pidana terhadapnya telah menunjukkan kekuatan sistem hukum Jerman. "Setiap orang diperlakukan sama tanpa memandang posisi mereka," ujar Merkel seusai menerima surat pengunduran diri Wulff, kemarin.


Yang kedua

Wulff merupakan presiden Jerman kedua yang mengundurkan diri dalam dua tahun terakhir. Presiden sebelumnya, Hors Koehler, mengundurkan diri pada 2010 setelah dihujani kritik atas komentarnya tentang misi Jerman di Afghanistan.

Atas pengunduran diri Wulff, yang telah menjabat selama dua tahun, Jerman memiliki waktu 30 hari untuk mencari sosok baru pengganti Wulff. Sementara ini, jabatan presiden dipegang Horst Seehofer dari Uni Sosial Kristen (CSU).

Sementara itu, dalam pernyataannya di Istana Presiden, Wulff mengatakan dirinya memutuskan mundur karena telah kehilangan kepercayaan dari orang-orang Jerman. "Atas alasan itu tidak ada kemungkinan lagi bagi saya untuk memimpin kantor kepresidenan federal baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti yang diperlukan," kata Wulff.

"Berita-berita yang kami alami selama dua bulan terakhir telah melukai hati saya dan istri saya," ujar Wulff.

Pemberitaan skandal yang melibatkan Wulff mulai ramai sejak Desember tahun lalu. Saat itu, surat kabar Jerman Bild menurunkan berita yang menyebut Wulff telah menerima pinjaman lunak sebesar 500 ribu euro dari istri pengusaha Egon Geerkens pada Oktober 2008. Wulff pun diberitakan mendapatkan fasilitas liburan gratis dari seorang produser film saat dirinya masih berkantor di Hannover, ibu kota Lower-Sanoxy. (Der Spiegel/The Guardian/DK/I-2)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Senin, 21 Mei 2012 00:00 WIB
Minggu, 20 Mei 2012 00:01 WIB
Sabtu, 19 Mei 2012 00:01 WIB
Jumat, 18 Mei 2012 00:01 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 15 Mei 2012 00:00 WIB
Senin, 14 Mei 2012 00:01 WIB
Minggu, 13 Mei 2012 00:12 WIB


   Index Berita