Kecelakaan Bus---ANTARA/Siswowidodo/ip
JAKARTA--MICOM: Kementerian Perhubungan akan melakukan audit keselamatan terhadap beberapa perusahaan otobus untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas bus antar kota akhir-akhir ini.
"Intinya akan ada audit keselamatan pada beberapa Perusahaan otobus, khususnya untuk angkutan antarkota antarprovinsi, terutama di beberapa provinsi yang tingkat kecelakaannya tinggi," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (21/2).
Menurut Bambang, arahan untuk melakukan audit tersebut diberikan langsung oleh Menteri Perhubungan dan akan dilakukan di provinsi yang mengalami kecelakaan lalu lintas terbanyak seperti Jawa Timur. "Yang jelas Jawa Timur karena Jawa Timur yang kecelakaannya di atas rata-rata," ujarnya.
Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, sejak Januari hingga pertengahan Februari 2012 setiap hari rata-rata sebanyak 35 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas.
Jumlah kecelakaan lalu lintas sejak januari sampai pertengahan Februari 2012 tercatat sebanyak 9.884 kasus yang menyebabkan 1.547 orang tewas, 2.562 orang luka berat, dan 7.564 orang luka ringan.
Jenis kendaraan yang paling banyak mengalami kecelakaan adalah sepeda motor sebanyak 9.555 unit, mobil penumpang 1.357 unit, dan bus sebanyak 207 unit.
Peristiwa terakhir terjadi pada Senin dini hari 13 Februari 2012 yang melibatkan bus jurusan Surabaya-Yogyakarta yang menewaskan empat orang dan melukai 28 orang di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Ant/OL-9)