PENGADILAN Tindak Pidana Korupsi Jakarta sungguh elitis. Banyak pejabat terhormat menjadi terdakwa ataupun saksi. Dalam satu pekan terakhir, seorang menteri dan seorang anggota DPR bersaksi di pengadilan itu.
Hari ini satu lagi menteri Kabinet Indonesia Bersatu II memberikan keterangan. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjadi saksi untuk terdakwa Muhammad Nazaruddin dalam perkara korupsi Wisma Atlet.
Komisi Pemberantasan Korupsi mengharapkan Andi jujur di persidangan. Andi diharapkan tidak mengikuti jejak politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh, yang biasa disapa Angie, yang dicerca publik karena dianggap tidak jujur.
"Kita berharap Pak Andi bisa memberikan kesaksian yang sejujurnya dan jelas," ujar juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, Rabu (15/2), Angie yang juga berstatus tersangka bersaksi untuk terdakwa Nazaruddin dalam perkara Wisma Atlet. Kesaksian Angelina itu diduga mengandung kebohongan sehingga dia dilaporkan kuasa hukum Nazaruddin ke Polda Metro Jaya, kemarin.
Kemudian pada Senin (20/2) Menakertrans Muhaimin Iskandar bersaksi untuk terdakwa Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Ditjen Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Dadong Irbarelawan dan Sekretaris Ditjen P2KT I Nyoman Suisnaya. Kedua anak buahnya itu didakwa terlibat perkara suap dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID) transmigrasi tahun 2011. Jaksa meragukan kesaksian Muhaimin yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Selain meminta Andi jujur, Johan juga berharap jaksa penuntut umum dari KPK mengoptimalkan kemampuan untuk menggali informasi dari Andi. Alasannya, proyek Wisma Atlet senilai Rp191 miliar itu ada di kementerian yang dipimpin Andi. Dalam proyek itu, menurut Nazaruddin, ada
commitment fee yang kemudian dibagi antara lain ke DPR.
Harapan agar Andi jujur juga dikemukakan Junimart Girsang, kuasa hukum Nazaruddin. Girsang berharap Andi mengungkapkan isi pembicaraan di antara dirinya, Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan Mahyuddin dalam pertemuan di kantor Menpora terkait dengan proyek Wisma Atlet.
"Kita mau tahu dari Andi, kenapa dia bilang agar mereka berkoordinasi dengan Wafid (Muharam, Seskemenpora). Apa yang mau dikoordinasikan? Apakah soal
fee? Andi harus jujur," tegasnya.
Janji jujur
Andi, yang juga Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, memastikan hadir di persidangan hari ini. Dia menegaskan akan jujur bersaksi untuk mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin.
“Saya akan memberikan keterangan sejujurnya sesuai apa yang saya ketahui,” kata Andi dalam pesan singkat yang diterima wartawan, kemarin.
Andi siap membeberkan semua yang diketahuinya dan memastikan apa yang disampaikannya adalah hal yang sebenar-benarnya terjadi.
Selain menghadirkan Andi, sidang hari ini juga mendengarkan keterangan Wawan Karmawan (staf PT Duta Graha Indah), Paul Iwo (pengusaha), dan Nining Indra Saleh (Sekjen DPR).(*/X-4)