Megapolitan - Lainnya
2,7 Persen Air Tanah di Bogor Rusak
Rabu, 22 Februari 2012 08:58 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

27 Persen Air Tanah di Bogor Rusak
MI/Tri Handiyatno/ip
BOGOR--MICOM: Guru Besar Institut Teknologi Bandung Prof Ir Lambok Hutasoit mengatakan, sebanyak 2,7 persen kondisi air tanah di Kota Bogor masuk dalam kategori rusak.

"Kondisi ini akan semakin parah bila tidak dilakukan upaya pencegahan," katanya dalam pemaparan penyusunan Rencana Induk Terpadu Pengelolaan Air Tanah di Ruang Rapat I Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/2).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, selain mengalami kerusakan kondisi air tanah di Kota Bogor 5,2 persen masuk kategori kritis, 11,2 persen rawan dan sisanya sebanyak 80,2 persen aman.

Kerusakan air tanah sebesar 2,7 persen Kota Bogor terdapat di wilayah Bogor Timur dan Bogor Selatan.  Menurutnya, dalam waktu 10 tahun ke depan  kondisi air tanah di Kota Bogor yang semakin rusak menjadi 22,4 persen bila tidak segera diatasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah sebagai regulator hendaknya melakukan upaya pencegahan. Apabila pemerintah tidak melakukan upaya antisipasi, zonasi air tanah yang masuk dalam zona rawan akan meluas menjadi 35,1 km persegi atau 263,9 persen dari tahun 2011.

Sedangkan zona kritis akan meluas menjadi 14,8 km persegi atau meningkat 238,7 persen dari tahun 2011. Dan zona rusak akan meluas menjadi 26,6 km persegi atau 831,3 persen dari tahun 2011.

Selain upaya pencegahan lanjut Lambok, pemerintah bisa memilih opsi kedua, yakni penggunaan air tanah seperti biasa, namun ditambah dengan melakukan imbuhan air tanah buatan (artificial recharge) sebanyak 560.000 m3 per tahun.

Menurutnya dengan skenario kedua ini, zonasi air tanah di Kota Bogor pada tahun 2021 akan berubah. Zona rawan menjadi 9,2 km persegi atau 69,2 persen dari tahun 2011, zona kritis menjadi 6,1 km persegi atau 98,4 persen dari tahun 2011. Dan zona rusak menjadi 2,6  km persegi atau 81,3 persen dari tahun 2011.

Selain opsi ke dua, ujar Lambok, pemerintah masih memiliki skenario ke tiga, yakni dengan membangun peresapan buatan di 42 titik. 

Dalam skenario tersebut dilakukan upaya pemulihan dengan target perubahan dari kondisi rusak menjadi kritis, kritis menjadi rawan, kondisi rawan menjadi aman, aman tetap aman, yaitu dengan melakukan imbuhan air tanah buatan (artificial recharge) 840.000 m3 per tahun.

"Dengan skenario ini, zonasi air tanah akan berubah. Tidak ada zona rusak di Kota Bogor. Sementara zona rawan menjadi 7 km persegi atau 52,6 persen dari tahun 2011. Zona kritis menjadi 2,6 km persegi atau 41,9 persen dari tahun 2011," katanya.

Pemaparan penyusunan Rencana Induk Terpadu Pengelolaan Air Tanah di Ruang Rapat I Balai Kota Bogor dihadiri sejumlah peserta diantaranya instansi terkait dan jajaran pemerintah Kota Bogor. (Ant/OL-2)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 08:12 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 19:16 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 16:10 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 12:35 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 19:29 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 19:13 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 19:06 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 11:48 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 08:30 WIB
Senin, 21 Mei 2012 06:41 WIB
Minggu, 20 Mei 2012 17:20 WIB
Minggu, 20 Mei 2012 15:48 WIB


   Index Berita