News
Dapat Talangan, Yunani Bisa Terhindar dari Mimpi Buruk
Rabu, 22 Februari 2012 14:24 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

ATHENA--MICOM: Yunani terhindar dari sebuah mimpi buruk dengan menerima paket bantuan sebesar US$170 miliar, demikian pernyataan Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos.

Dia mengatakan bahwa kesepakatan itu mungkin adalah yang paling penting dalam sejarah pasca perang Yunani.

Kabinet telah bertemu untuk mematangkan reformasi yang diminta para peminjam internasional, termasuk pemangkasan besar dan pengawasan ketat dari pejabat Uni Eropa.

Yunani sebelumnya telah menjalankan program pemangkasan anggaran ketika menerima dana bantuan awal, dan hal tersebut menyebabkan aksi demontrasi besar dari serikat pekerja.

Pemangkasan ini juga menyebabkan partai berkuasa menjadi tidak populer.

Jajak pendapat menyebutkan dua partai koalisi, yang mendominasi parlemen, diperkirakan akan mengalami kekalahan dalam pemilu mendatang, yang dijadwalkan bulan April.

Sedangkan Partai Komunis yang menolak paket bantuan diperkirakan akan memenangkan pemilu.
Komitmen bersama

Menteri Venizelos mengatakan kesepakatan yang diberikan kepada Yunani sebagai peluang baru dan bisa ''terhindar dari skenario mimpi buruk''.

Venizelos juga menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan program ini.

"Apa yang kami miliki adalah jelas, komitmen dari rekan sejawat kami bahwa mereka akan mendukung bahkan sampai akhir program, sampai Yunani kembali ke pasar,'' katanya.

Yunani memiliki waktu seminggu untuk menyepakati putaran pemotongan anggaran lebih dari 3 miliar euro terikat dengan paket bantuan.

Dalam rapat kabinet Selasa kemarin, para menteri mendiskusikan pengesahan darurat. Pemungutan suara parlemen diperkirakan akan berlangsung Kamis besok.

Pemimpin konservatif Antonis Samaras, seorang anggota koalisi dan penantang dalam pemilihan perdana menteri mendatang memperingatkan bahwa pemulihan bergantung pada pertumbuhan ekonomi.

"Tanpa ada pantulan dan pertumbuhan ekonomi.. tidak akan ada target fiskal yang bisa ditemui, demikian juga dengan hutang menjadi bertahan dalam masa panjang,'' katanya.

Serikat pekerja hingga saat ini juga masih menggelar aksi protes, dan ada kekhawatiran kekerasan baru akan muncul karena suasana hati publik yang semakin mengeras. (BBC/OL-3)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 17:22 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:32 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:26 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 10:32 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 07:39 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 06:30 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 05:45 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 22:19 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 22:11 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 13:26 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 10:18 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 09:57 WIB


   Index Berita