Ekonomi
Ekspor Gas Rugikan Negara Rp158 Triliun
Penulis : Andreas Timothy
Rabu, 22 Februari 2012 19:54 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Kebijakan negara mengekspor gas bumi dituding menyebabkan negara hingga ratusan triliun rupiah.

Dengan harga gas yang hanya 55% dari bahan bakar minyak (BBM), tiap satu liter BBM yang diimpor sebagai ganti tiap lsp (liter setara premium/solar) gas yang diekspor, negara akan kehilangan ekstra devisa sebesar Rp3.960 per liter.

Wakil Ketua Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) A. Qoyum Tjandranegara mengatakan itu di Jakarta, Rabu (22/2).

"Tiap liter gas dieskpor, kita akan kehilangan devisa. Tidak ada itu kita jual gas ke luar negeri untung. Yang ada justru kita rugi besar-besaran," jelas Qoyum.

Dirinya menghitung, setiap lsp gas bumi dieskpor sebagai gantinya dibutuhkan 1 liter BBM. Dengan harga gas sebesar 55% dari harga 1 liter BBM, maka setiap 1 liter gas diekspor negara kehilangan devisa ekstra sebesar 45% dikalikan Rp8.800 per liter atau sebesar Rp3.960 per liter.

Perhitungan tersebut menggunakan asumsi harga minyak mentah ICP (Indonesia crude price) di level US$110 per barel, nilai tukar rupiah 9.090 per dolar AS, dan harga BBM Rp8.800 per liter.

Dengan demikian, dengan volume subsidi BBM 40 juta kiloliter (kl) pada 2012, maka tahun ini negara diproyeksikan akan kehilangan devisa Rp158,4 triliun. (Atp/OL-5)

Share |

Advertisement
Advertisement