BOGOR--MICOM: Belum selesai pencarian korban jembatan ambruk, wilayah Bogor kembali dilanda musibah. Kali ini bencana longsor melanda wilayah Kota Bogor.
Satu rumah tertimbun longsoran tebing di Lebak Kantin, RT 02/05, Kelurahan Sempur, Kota Bogor. Satu orang meninggal. Korban meninggal bernama Aryadi,70.
Menurut Sugiono, salah seorang anak korban, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.25 WIB tadi malam. Saat itu kondisinya memang Bogor tengah diguyur hujan lebat yang disertai angin dan petir. Di rumah, kata Sugiono, ada enam kamar yang dihuni tiga Kepala Keluarga (KK) dengan 21 jiwa.
Tebing yang longsor itu merupakan tebing rumah Pak Ceni dengan ketinggian kurang lebih 10 meter dan lebar kurang lebih 6 meter. Waktu kejadian, korban tengah tidur hanya ada beberapa penghuni rumah lainnya tengah menonton televisi.
Tiba-tiba ada suara gemuruh dari belakang rumah dan semua langsung melarikan diri. Hanya pak Aryadi yang tidak terselamatkan, tidak mengetahuinya karena sedang tidur. Aryadi pun tertimbun longsoran. Korban lainnya langsung melaporkan kejadian itu kepada RT dan RW. "Kami lari semua. Tapi bapak lagi tidur," kata Sugiono.
Evakuasi terhadap korban yang dilakukan warga setempat, petugas dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor, dan Polisi Masyarakat (Polmas) Bogor Raya terkendala kondisi lokasi yang sempit. Korban baru ditemukan dan berhasil diangkat pada Kamis (23/2) dinihari, sekitar pukul 00.15 WIB.
Untuk diketahui, tempat kejadian memang masuk dalam zona rawan longsor, karena letaknya yang berada di pinggiran sungai Ciliwung, dan hanya berjarak ratusan meter dari Istana Kepresidenan Bogor atau Kebun Raya Bogor dan Kantor Wali Kota Bali Kota Bogor. Satu rumah sama rumah lainnya berada bertingkat atau menumpuk. Di daerah itu peristiwa longsor serupa kerap kali terjadi. (DD/OL-3)