BOGOR--MICOM: Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dua korban hanyut yang belum ditemukan pascaruntuhnya jembatan bambu Cidua, Bogor, pada Minggu (19/2).
"Pencarian kita fokuskan di lokasi TKP hingga ke Rancabungur. Tim akan kita optimalkan di titik-titik terdekat TKP mengingat sudah tiga jenazah kita temukan di sana," kata Kepala Seksi Logistik dan Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo, Kamis (23/2).
Budi mengatakan, jumlah tim SAR yang terus meningkat hingga kini tercatat 504 orang terdiri atas 39 unsur akan dikerahkan untuk mencari korban seoptimal mungkin.
Pencarian akan dilakukan dengan penyelaman, penyisiran di sungai dan di pinggir sungai secara berkelanjutan.
"Tim menyisir mulai dari TKP hingga posko dengan kekuatan penuh, masing-masing tim ada anggota penyelamnya. Jadi mereka menyisir bila menemukan titik-titik yang diduga ada maka tim penyelam akan turun mengecek, ini akan dilakukan terus berulang-ulang," katanya.
Budi menyebutkan, pencarian lebih dioptimalkan mengingat sejak peristiwa sudah lima hari jenazah berada di dalam air sehingga akan mempengaruhi kondisi jasat korban.
Menurut Budi, tubuh manusia lima sudah lima hari berada di air akan berubah bentuk. Kulit mulai terkelupas, perut akan pecah, bengkak sehingga akan sangat sulit ditemukan.
"Makanya kita optimalkan pencarian semoga dua jenazah bisa ditemukan sehingga orang tua dapat lega. Dan kita minta doa masyarakat agar keduanya bisa ditemukan," kata Budi.
Dua jenazah yang belum ditemukan bernama Dini binti Junaidi,10, dan Jahra binti Juli,6. Keduanya merupakan warga Cibanteng yang menjadi korban jembatan bambu Cidua yang runtuh Minggu (19/2) lalu.
Peristiwa runtuhnya jembatan alternatif tersebut menyebabkan 22 orang yang menyeberang jatuh ke sungai, 15 di antaranya selamat, tujuh orang berhasil diselamatkan, dan delapan orang hanyut.
Dari delapan korban yang hanyut, enam orang telah ditemukan meninggal dunia. (Ant/Ol-3)