JAKARTA--MICOM: Dengan disetujuinya alokasi
viability gap fund (VGF) atau dana pendampingan oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp1,9 triliun dalam APBN 2013, pembangunan proyek tol Semarang-Solo ruas Bawen-Solo bakal terealisasi sesuai jadwal.
Kepala BPJT Achmad Gani Gazali mengatakan dengan adanya persetujuan alokasi VGF, pemerintah akan menuntaskan kajian terkait mekanisme pemberian dana yang akan diterapkan.
"Selama ini, PT Trans Marga Jateng selaku pemegang konsesi sudah setuju untuk melaksanakan pembiayaan proyek dengan skema
turnkey project. Sekarang tinggal dimatangkan seperti apa mekanismenya, terutama terkait penjaminannya," ujar Gani ketika dihubungi, Minggu (5/2).
Gani menuturkan, rencana kelanjutan proyek pembangunan tol tersebut pun dapat dilanjutkan secepatnya. Saat ini, nasib tol sepanjang 51,7 kilometer yang merupakan bagian dari ruas Semarang-Solo itu, belum diteken dalam amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) lantaran karena belum ada kepastian terkait pemberian dana pendampingan itu.
Gani menjelaskan, selain pemberian dana dukungan untuk ruas itu, sebenarnya Kementerian Pekerjaan Umum juga mengusulkan pemberian pada tiga proyek tol lainnya yakni ruas Medan-Kualanamu sebesar Rp 1,3 triliun, ruas Solo-Ngawi-Kertosono sebesar Rp 3 triliun, dan ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sebesar Rp 1 triliun.
Namun, lanjut Gani, hingga saat ini Kementerian Pekerjaan Umum masih membahas opsi-opsi bentuk pemberian dukungan pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansial ketiga proyek tol tersebut yakni melalui VGF atau pelaksanaan sebagian konstruksi oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. (Bug/OL-9)