O8.47 WIB Kairo, Mesir
Demonstran Bakar Gedung Pemerintah
Senin, 06 Februari 2012 00:00 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

Demonstran Bakar Gedung Pemerintah
AP/MUHAMMAD MUHEISEN
UNJUK rasa menuntut tanggung jawab militer atas bentrokan antarsuporter sepak bola yang menewaskan 74 orang di stadion sepak bola di Port Said, Rabu (1/2), makin panas. Sebuah gedung pemerintah Mesir di jantung ibu kota Kairo dibakar kemarin. Setidaknya 12 orang tewas dalam unjuk rasa serupa, sejak Kamis (2/2).
Gedung pajak yang dibakar para pengunjuk rasa itu terletak dekat gedung Kementerian Dalam Negeri yang telah dikepung demonstran dalam empat hari terakhir.
Para pengunjuk rasa menuntut pertanggungjawaban kementerian itu atas kematian puluhan suporter sepak bola di Port Said. Dalam kerusuhan itu, suporter tuan rumah klub Al-Masry menyerang suporter Al-Ahly. Menteri dalam negeri menyalahkan insiden itu akibat provokasi oleh suporter saingan.
Pelaku pembakaran gedung pajak tersebut belum diketahui. Kantor berita resmi Mesir hanya menyebutkan aksi itu dilakukan pembakar yang tidak dikenal.
Dalam demonstrasi Sabtu (4/2), para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi yang menembakkan gas air. Kemendagri Mesir mengatakan tindakan polisi yang berusaha untuk membubarkan aksi tersebut hanya bermaksud untuk melindungi bangunan.
Secara keseluruhan, sejak Kamis (2/2), tujuh orang tewas dalam aksi demonstrasi di sekitar Kementerian Dalam Negeri itu. Lima lainnya tewas dalam demonstrasi di Suez, di timur kota Kairo.
Spekulasi tentang penyebab bencana di sepak bola itu merebak. Banyak pihak percaya sisa-sisa rezim Hosni Mubarak sebagai pemicu bentrokan itu sebagai bagian dari rencana untuk menegaskan kembali pengaruh mereka.
Insiden ini juga telah meningkatkan kecaman terhadap Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata menjelang pemilu presiden pada akhir Juni. Dalam menanggapi salah satu insiden paling berdarah sejak penggulingan mantan Presiden Hosni Mubarak ini, dewan mengatakan Mesir akan melewati periode yang paling penting dan berbahaya dalam sejarahnya itu. (*/Reuters/I-2)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 00:01 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 00:00 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Selasa, 22 Mei 2012 00:00 WIB
Senin, 21 Mei 2012 00:00 WIB


   Index Berita